Reporter: Alya Fathinah | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pergerakan mata uang utama terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menunjukkan arah campuran pada perdagangan Kamis (9/4), dengan sebagian mata uang menguat di tengah ketidakpastian global dan penantian rilis data ekonomi utama.
Mengutip data Trading Economics pukul 15.57 WIB, sejumlah mata uang utama tercatat menguat terhadap dolar AS.
Euro (EUR/USD) menguat 0,08% ke level 1,16 diikuti pound sterling (GBP/USD) yang naik 0,10% ke 1,34 serta dolar Selandia Baru (NZD/USD) menguat 0,18% ke 0,58. Namun, dolar Australia (AUD/USD) justru terkoreksi 0,23% ke 0,70.
Baca Juga: Rupiah Melemah ke Rp 17.090 per Dolar AS, Cadangan Devisa Menyusut Jadi Sorotan
Di saat yang sama, dolar AS juga menguat terhadap yen Jepang (USD/JPY) 0,27% ke 158,99 dan terhadap yen China (USD/CNY) 0,08% ke 6,83. Adapun, franc Swiss (USD/CHF) melemah 0,02% ke 0,79.
Research & Development ICDX, Tiffani Safinia menilai pergerakan mata uang dalam jangka pendek masih akan cenderung sideways dengan volatilitas tinggi, seiring pelaku pasar menanti rilis data ekonomi sebagai katalis baru.
"Sementara dalam jangka menengah hingga panjang, dolar AS berpotensi melanjutkan tren pelemahan secara moderat, didorong oleh siklus pelonggaran moneter dan normalisasi pertumbuhan global," ujar Tiffani kepada Kontan, Kamis (9/4/2026).
Sementara itu, Chief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong menilai ketidakpastian geopolitik, terutama kepastian dibukanya Selat Hormuz masih menjadi faktor utama yang menekan pergerakan mata uang global.
"Mata uang dunia akan terus bergerak merespons perkembangan di Timur Tengah, walau demikian saya melihat penguatan dolar AS ke depan juga sudah terbatas," ujar Lukman.
Dalam jangka pendek, Lukman memperkirakan EUR/USD bergerak di kisaran 1,14–1,18, GBP/USD pada 1,31–1,36, USD/CHF di rentang 0,77–0,80, AUD/USD pada 0,68–0,72 serta USD/JPY di kisaran 156–160.
Baca Juga: Bidik Pertumbuhan Baru, Begini Ekspansi Bisnis ABMM pada Tahun 2026
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













