kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45994,16   -8,36   -0.83%
  • EMAS1.136.000 0,26%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

USDC Sempat Turun Seusai SVB Bangkrut, Investor Diminta Tak Panik


Senin, 13 Maret 2023 / 20:55 WIB
USDC Sempat Turun Seusai SVB Bangkrut, Investor Diminta Tak Panik
ILUSTRASI. Stablecoin USD Coin (USDC) sempat mengalami penurunan nilai imbas Silicon Valley Bank (SVB) yang dinyatakan bangkrut.


Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Stablecoin USD Coin (USDC) sempat mengalami penurunan nilai atau lepas dari pasaknya (depeg) imbas Silicon Valley Bank (SVB) yang dinyatakan bangkrut pada akhir pekan lalu.

Sebagai informasi, Circle, perusahaan di balik USDC, mengungkapkan bahwa beberapa cadangan dana koin tersebut disimpan di SVB. SVB bangkrut akibat ketidakpastian dan tingginya suku bunga Amerika Serikat (AS).

VP Corporate Communications Tokocrypto Rieka Handayani mengatakan, USDC mulai perlahan bangkit menuju peg terhadap dolar AS, yang sebelumnya hilang di tengah keruntuhan SVB dan bikin geger market kripto. Rieka mengatakan, harga USDC sempat turun menjadi USD 0,87 setelah Circle, penerbit USDC, mengatakan bahwa ada dana sebesar US$ 3,3 miliar dari cadangan token yang disimpan di SVB.

“Ketika pengumuman SVB yang bangkrut membuat investor panik, sehingga melakukan penarikan USDC secara besar-besaran dan membuat nilainya tidak stabil,” ujar Rieka kepada Kontan.co.id, Senin (13/3).

Baca Juga: USDC Terguncang Akibat SVB Bangkrut, Begini Saran Untuk Investor

Investor atau trader takut peristiwa yang terjadi dalam kasus TerraUSD (UST) terjadi pada USDC. Sebab, UST hingga kini tidak bisa kembali ke nilai setara US$ 1.

“Beda situasinya dengan UST, Circle berkomitmen memastikan bahwa USDC dapat kembali memiliki rasio 1:1 dengan dolar AS,” ujar Rieka.

Dia memaparkan, stablecoin USDT dan USDC sejauh ini masih stabil nilainya. Tekanan pada stablecoin, kata Rieka, sama seperti market kripto yang terpengaruh pada situasi macroekonomi.

“Namun, tekanan ini kecil, sehingga stablecoin masih dianggap aset kripto yang dianggap paling aman untuk memulai investasi,” ujar dia.

Baca Juga: Menakar Efek Kebangkrutan Sillicon Valley Bank (SVB) Terhadap Pasar Obligasi

Bagi para investor, Rieka menyarankan untuk kembali berinvestasi sesuai dengan fundamental. Secara kolektif market kripto kemungkinan besar memiliki potensi untuk bergerak positif dalam jangka panjang.

Saat ini, kata Rieka, investor bisa melakukan konsep nabung kripto dengan strategi dollar cost averaging (DCA) dan buy the dip.

“Market bearish saat ini sudah biasa dalam dunia kripto. Sehingga, investor harus selalu bersikap tenang dan tidak perlu panik. Kuncinya adalah konsisten untuk melakukan DCA dan tetap melakukan riset,” pungkas dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×