kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Usai melantai, Royalindo Investa Wijaya Tbk (INDO) akan bangun 240 kamar indekost


Senin, 13 Januari 2020 / 11:45 WIB
Usai melantai, Royalindo Investa Wijaya Tbk (INDO) akan bangun 240 kamar indekost
Pencatatan perdana saham PT Royalindo Investa Wijaya Tbk (INDO)

Reporter: Benedicta Prima | Editor: Herlina Kartika

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Royalindo Investa Wijaya Tbk (INDO) resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (13/1). Dari aksi korporasi tersebut, perusahaan menargetkan bisa meraup dana mencapai Rp 94,8 miliar. 

Sekretaris Perusahaan PT Royalindo Investa Wijaya Tbk Ko Sugiarto mengatakan dana hasil penawaran umum perdana alias initial public offering (IPO) akan digunakan untuk membangun indekos di dua lokasi. 

Sekitar 50% akan digunakan untuk entitas anak PT Semangat Bangun Nusantara (SBN) membangun fasilitas indekos di K.H Wahid Hasyim, Jakarta Pusat. Pembangunan direncanakan dimulai pada semester I-2020 dengan jangka waktu 10 bulan. 

Baca Juga: Saham Royalindo Investa Wijaya (INDO) naik 70% pada perdagangan perdana

Sekitar 50% digunakan untuk entitas anak PT Mulia Arta Nusantara (MAN) membangun fasilitas indekos di Karet Karya, Jakarta Selatan. Pembangunan direncanakan mulai pada semester I-2020 dengan jangka waktu 10 bulan. 

"Kami nanti ada sekitar 120 kamar per lokasinya," jelas Sugiarto, Senin (13/1). 

Saat ini perusahaan telah memiliki dua lokasi penyewaan kamar kost salah satunya di kawasan Cempaka Putih. Dari dua lokasi tersebut, perusahaan telah memiliki 153 kamar dengan tingkat okupansi 95%. 

Pada saat melantai, Royalindo Investa Wijaya menggunakan buku per Juni 2019. Saat itu, Royalindo Investa Wijaya mengantongi pendapatan sebanyak Rp 703 juta. Jumlah tersebut naik dari posisi akhir 2018 yang mengantongi pendapatan Rp 343 juta. Sedangkan di tahun 2016 dan 2017 perusahaan belum mengantongi pendapatan. 

Baca Juga: Lima fakta mengenai target yang dicanangkan BEI di 2020, seperti apa?

Sementara itu, beban perusahaan pada semester I-2019 tercatat mencapai Rp 354 juta, meningkat dari akhir 2018 yang tercatat Rp 235 juta. Sayangnya, perusahaan masih membukukan rugi sebesar Rp 3,18 miliar. 




TERBARU

Close [X]
×