Reporter: Dimas Andi | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT United Tractors Tbk (UNTR) memastikan bahwa Tambang Emas Martabe di Tapanuli Selatan, Sumatra Utara yang dikelola oleh PT Agincourt Resources akan beroperasi kembali dalam waktu dekat.
Presiden Direktur United Tractors Iwan Hadiantoro mengatakan, sejak Desember 2025 pihaknya memang menghentikan operasional Tambang Emas Martabe dan fokus pada penanganan bencana banjir dan tanah longsor di wilayah sekitar tambang tersebut.
Setelah mendapatkan kembali izin operasional dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), UNTR memang tidak langsung mengoperasikan Tambang Emas Martabe. Saat ini, UNTR aktif menyiapkan segala hal untuk operasional tambang tersebut.
Baca Juga: Teladan Prima (TLDN) Tebar Dividen Rp 701 Miliar, Naik 74,7% dari Tahun Lalu
"Kami juga memanggil lagi karyawan yang sempat dirumahkan setelah penghentian sementara operasional," ujar dia dalam konferensi pers setelah RUPST, Kamis (16/4/2026).
Jika proses persiapan tuntas, UNTR bakal mengoperasikan kembali Tambang Emas Martabe pada pertengahan bulan Mei 2026 nanti.
"Targetnya (produksi emas) sekitar 60.000 ounce untuk tahun ini," imbuh dia.
Ketika sudah beroperasi kembali, UNTR tentu akan meningkatkan aspek keselamatan kerja dan lingkungan hidup di area Tambang Emas Martabe. Dalam hal ini, UNTR turut bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan stakeholder terkait.
Sebelumnya, Agincourt Resources menjadi salah satu dari 28 perusahaan yang izin operasionalnya dicabut sementara oleh Kementerian Lingkungan Hidup sebagai imbas dari bencana di Sumatra pada akhir November 2025. Namun, jelang akhir Maret 2026, izin operasional Tambang Emas Martabe kembali diberikan kepada Agincourt Resources.
Baca Juga: Harga Bitcoin dan Ethereum Naik, Investor Institusi Mulai Akumulasi
Akibat operasional yang terhenti, kinerja segmen emas UNTR menurun drastis pada awal 2026. Dalam laporan bulanan perusahaan, volume penjualan emas UNTR hanya 2.000 ounces pada Januari-Februari 2026 atau jauh menurun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yakni 38.000 ounce.
Selain Agincourt Resources, aktivitas produksi dan penjualan emas UNTR juga dilakukan melalui PT Sumbawa Jutaraya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













