kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Turun 0,2%, IHSG tertekan di sepanjang sesi I


Senin, 21 September 2015 / 12:17 WIB


Reporter: Barratut Taqiyyah | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Di sepanjang sesi I transaksi perdagangan hari ini (21/9), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terbenam di zona merah. Data RTI menunjukkan, pada pukul 12.00 WIB, indeks turun 0,21% menjadi 4.371,30.

Ada 121 saham yang melorot. Sementara, jumlah saham yang naik sebanyak 111 saham dan 72 saham lainnya diam di tempat. Volume transaksi siang ini melibatkan 2,257 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 1,594 triliun.

Secara sektoral, ada tujuh sektor yang tertekan. Tiga sektor dengan penurunan terbesar antara lain: sektor keuangan turun 0,68%, sektor barang konsumen turun 0,31%, dan sektor manufaktur turun 0,3%.

Kondisi serupa juga terjadi pada bursa Asia. Data Bloomberg menunjukkan, pada pukul 11.21 waktu Hong Kong, indeks MSCI Asia Pacific -di luar indeks Jepang- anjlok 2%.

Indeks acuan Australia, S&P/ASX 200 mengalami penurunan terbesar yakni 2,5% di Sydney. Sedangkan indeks Hang Seng Hong Kong turun 1,3% dan indeks Kospi Korea Selatan turun 1,5%. Adapun bursa Jepang pada hari ini ditutup karena libur nasional.

Bursa Asia melorot seiring kecemasan mengenai perlambatan ekonomi global yang mendorong investor untuk melepas aset-aset berisiko dan mencari aset-aset alternatif yang lebih aman seperti surat utang pemerintah.

"Intinya adalah pasar sangat ingin melihat sinyal pertumbuhan pasar global, namun hingga saat ini tidak ada satu pun pertanda mengenai hal itu," urai Raymond Chan, chief investment officer Asia Pacific Allianz Global Investors.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×