kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.970   57,00   0,32%
  • IDX 5.691   47,39   0,84%
  • KOMPAS100 735   7,50   1,03%
  • LQ45 558   5,00   0,90%
  • ISSI 198   1,20   0,61%
  • IDX30 316   2,19   0,70%
  • IDXHIDIV20 390   0,30   0,08%
  • IDX80 84   0,80   0,96%
  • IDXV30 106   -0,34   -0,32%
  • IDXQ30 102   0,32   0,31%

Reliance Securitas: IHSG minim sentimen positif


Senin, 21 September 2015 / 08:15 WIB


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Indeks Harga saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan cenderung tertekan mengawali pekan ini, Senin (21/9), lantaran minim sentimen positif. Sementara penundaan kenaikan suku bunga The Fed akan masih memberikan sentimen negatif tentang ketidakpastian global bagi investor.

Lanjar Nafi, Analis Reliance Securitas mengatakan sentimen pasar pekan ini cukup sepi. Fokus pasar yang menjadi fokus investor adalah survey indeks kinerja sektor manufaktur di seluruh dunia. "IHSG diprediksi hari ini masih akan bergerak mixed cenderung tertekan," kata Lanjar dalam riset yang diterima KONTAN akhir pekan lalu.

Secara teknikal, lanjut Lanjar, IHSG kembali terkonsolidasi pada formasi wedges chart pattern dan tidak mampu break out resistance MA25. Pergerakan IHSG menurut indikator Stochastic masih cenderung ke arah negetif dengan momentum yang tidak begitu bergairah di area dekat oversold. Prediksinya, IHSG mengawali pekan ini akan bergerak di rentang 4.300-4.420.

Akhir pekan lalu, IHSG bergerak cukup bergairah hingga awal sesi II namun ditutup naik tipis +1.93 poin sebesar +0.04% dilevel 4380.32. Pelemahan sektor aneka industri menjadi penekan IHSG di akhir sesi perdagangan.

Lanjar mengatakan, minimnya sentimen positif dari dalam negeri dan ketidakpastian gejolak ekonomi di global setelah The Fed memutuskan untuk menunda kenaikan suku bunga membuat investor melakukan profit taking pada akhir pekan lalu.

Menurutnya, permintaan dollar meningkatkan capital out flow dan aksi penyelamatan aset beresiko menjadi salah satu faktor utama depresiasinya rupiah terhadap USD. Investor asing pun kembali mencatatkan net sell sebesar Rp 464,03 miliar.

Bursa Asia ditutup mixed dengan pelemahan dipimpin oleh indeks saham di Jepang pasca di downgradenya rating surat hutang Jepang. Sedangkan indeks saham china dan regional lain naik terbatas. "The Fed kembali memperpanjang kekhawatiran dan ketidakpastian akan suku bunga Amerika dan akan membuat investor wait n see lebih lama." terang Lanjar.

Demikian juga dengan bursa Eropa dibuka turun karena The Fed memutuskan menahan kenaikan suku bunga sehingga memicu kekhawatiran lebih panjang mengenai pertumbuhan dan dampak dari kebijakan tersebut di global.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×