kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.935
  • EMAS714.000 1,28%
  • RD.SAHAM 0.53%
  • RD.CAMPURAN 0.27%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.13%

Tunggu hasil rapat bank sentral, ini strategi trading yang bisa dilakukan investor


Minggu, 16 Juni 2019 / 14:06 WIB

Tunggu hasil rapat bank sentral, ini strategi trading yang bisa dilakukan investor
ILUSTRASI. Bursa Efek Indonesia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. The Federal Reserve (The Fed) dan Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) akan menyelenggarakan rapat pada pekan depan untuk menentukan kebijakan arah  suku bunga. Biasanya investor cenderung wait and see menunggu hasil rapat tersebut. 

Analis Oso Sekuritas Sukarno Alatas mengatakan,  strategi yang bisa dilakukan untuk saat ini adalah trading dan hindari menyimpan saham dalam waktu yang lama untuk sektor saham yang sensitif dengan perubahan suku bunga. “Sektor perbankan dan konstruksi akan tetap menjadi pilihan,” jelasnya kepada Kontan.co.id, Jumat (14/6).


Sukarno menyarankan jika sudah mulai terbaca arah suku bunga akan dipangkas, investor bisa memasukkan sektor properti menjadi watchlist.

Sukarno juga merekomendasi investor melakukan trading buy. Gunakan momentum teknikal untuk masuk kembali ke pasar. Namun karena saat ini indeks sudah naik di kisaran 7% dari penurunan di level terendah tahun ini, investor harus wait and see untuk mengantisipasi profit taking.

Chief of Executive (CEO) Avere Investama Teguh Hidayat menambahkan di saat menunggu kepastian hasil rapat bank sentral, investor lebih baik mencermati sektor yang berhubungan dengan sektor information and communication technologies (ICT).

“Emiten yang memanfaatkan ICT dan gencarnya perkembangan industri 4.0 untuk menjual perangkat atau produknya terbukti memberikan potensi yang baik untuk bisnis ke depan,” ujarnya.

Ambil contoh PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). Pada kuartal I 2019, TLKM mencatatkan kinerja cemerlang. Pendapatan dari bisnis digital (connectivity broadband dan layanan digital) mencapai  Rp 23,83 triliun. Angka ini berkontribusi 68,4% terhadap total pendapatan perusahaan.

Pendapatan TLKM sendiri tumbuh 7,7% year on year (yoy) menjadi Rp 34,84 triliun di periode tersebut. Adapun laba bersih juga naik 8,4% yoy menjadi Rp 6,22 triliun.

Sektor perbankan yang juga memanfaatkan teknologi 4.0 dengan menggunakan e-banking, e-money dan produk lainnya untuk mempermudah nasabah bertransaksi, juga bisa dilirik. “Namun investor harus menunggu sahamnya terkoreksi karena harganya sudah cukup tinggi,” kata Teguh.

Setali tiga uang, analis Binaartha Sekuritas Nafan Aji Gusta Utama merekomendasikan investor mencermati saham-saham di sektor telekomunikasi sepert TLKM, konstruksi seperti PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), dan perbankan seperti Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN).

Nafan merekomendasikan hold TLKM di rentang Rp 3.500 – Rp 3.520 per saham. Kemudian WIKA take profit at market price di rentang Rp 1.640- Rp 1.650 per saham. Adapun BBTN direkomendaskan hold dengan target harga Rp 2.230 – Rp 2.250.


Reporter: Arfyana Citra Rahayu
Editor: Komarul Hidayat
Video Pilihan

TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Redaksi | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0009 || diagnostic_api_kanan = 0.1040 || diagnostic_web = 0.3500

Close [X]
×