kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.918.000   -22.000   -0,75%
  • USD/IDR 16.859   17,00   0,10%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Simak Rekomendasi Saham ICBP, AMRT, CMRY, dan MYOR untuk Perdagangan Rabu (18/2/2026)


Rabu, 18 Februari 2026 / 05:00 WIB
Simak Rekomendasi Saham ICBP, AMRT, CMRY, dan MYOR untuk Perdagangan Rabu (18/2/2026)
ILUSTRASI. Sejumlah analis memberikan rekomendasi saham emiten konsumer dengan mempertimbangkan strategi ekspansi, diversifikasi pasar, serta efisiensi. (REUTERS/Willy Kurniawan)


Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di tengah dinamika daya beli dan tekanan biaya, beberapa emiten di sektor konsumer mencatatkan perlambatan laba hingga kuartal III-2025.

Sejumlah analis memberikan rekomendasi saham emiten konsumer di bawah ini dengan mempertimbangkan strategi ekspansi, diversifikasi pasar, serta efisiensi operasional. Simak ulasan lengkap rekomendasi saham sektor konsumer untuk perdagangan Rabu (18/2/2026).

1. PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP)

Dari sisi global, merek Indomie milik Pinehill masih mempertahankan posisi sebagai pemimpin pasar, tercermin dari perannya sebagai penentu harga (price setter) di kategorinya. Merek ini diposisikan sebagai produk bernilai (value). Sebagai contoh, satu kemasan isi lima mi di Uni Emirat Arab dibanderol AED9,50–10,25 (US$2,60–2,80), sementara Maggi dijual pada kisaran AED10,50–12,50 (US$2,86–3,40).

ICBP mencatatkan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 1,6 triliun, turun tajam 65,9% secara tahunan (YoY). Diketahui penjualan domestik ICBP pada periode sembilan bulan pertama 2025 hanya tumbuh 0,8% YoY. Alhasil, kontribusinya terhadap total penjualan turun menjadi 69%, dibandingkan 70% pada periode yang sama tahun sebelumnya. 

Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp 22.000 Jadi Rp 2.918.000 Per Gram, Selasa (17/2)

Rekomendasi: Buy

Target harga: Rp 11.300

Permada Darmono Analis UBS Sekuritas

2. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT)

AMRT memberikan panduan kinerja 2026 dengan pertumbuhan penjualan toko yang sama (SSSG) di kisaran mid-single-digit serta penambahan 1.000 gerai (800 Alfamart; 200 Alfamidi). AMRT mengalokasikan belanja modal (capex) lebih rendah sebesar Rp 4 triliun pada 2026 (dibandingkan Rp 4,5 triliun pada 2025), dengan fokus pada efisiensi dibandingkan ekspansi kapasitas.

AMRT cetak laba bersih sebesar Rp 2,31 triliun sepanjang Januari hingga September 2025, turun 3,49% YoY dibandingkan laba bersih periode yang sama tahun sebelumnya Rp 2,39 triliun. AMRT sebenarnya mencatatkan pertumbuhan pendapatan bersih secara kumulatif 7,09% YoY menjadi Rp 94,47 triliun, tapi beban pokok pendapatan AMRT naik 6,95% YoY menjadi Rp74,17 triliun.

Rekomendasi: Buy

Target harga: Rp 2.900

Christofer Kojongian Analis Sucor Sekuritas

Baca Juga: Bursa Asia Mixed, Perdagangan Sepi Karena Sebagian Pasar Tutup untuk Libur Imlek

3. PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY)

CMRY mengoptimalkan kinerja dengan melakukan ekspansi bisnis tahun ini dengan pendirian anak usaha baru, PT Artha Rasa Cimory pada Januari 2026 lalu. Kelahiran anak usaha tersebut untuk mendukung rencana bisnis perusahaan makanan dan minuman berbasis protein ini dalam jangka panjang.

Secara kinerja, hingga kuartal III-2025 CMRY membukukan pendapatan mencapai Rp 7,87 triliun atau meningkat 18.63% secara tahunan atau year on year (yoy) dibandingkan dengan periode yang sama di 2024 sebesar Rp 6,63 triliun. Laba bersih CMRY juga melesat hingga 38,51% yoy menjadi Rp 1,60 triliun dibanding kuartal II-2024 sebesar Rp 1,15 triliun.

Rekomendasi: Add

Target harga: Rp 7.700

Analis CGS International Sekuritas Joanne Ong

4. PT. Mayora Indah Tbk (MYOR)

MYOR dinilai memiliki keunggulan kompetitif kuat dari sisi diversifikasi geografis. Sekitar 41% pendapatan perseroan berasal dari pasar ekspor yang mencakup lebih dari 100 negara, sehingga mengurangi ketergantungan pada satu pasar dan menekan risiko nilai tukar. Keunggulan tersebut diperkuat oleh posisi MYOR sebagai pemimpin pasar di berbagai kategori produk, dengan merek-merek unggulan seperti Kopiko, Danisa, Energen, dan Beng Beng. 

MYOR membukukan penjualan sebesar Rp 27,15 triliun hingga kuartal III-2025, tumbuh 5,92% year on year (YoY) dibandingkan Rp 25,63 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Meski penjualan naik, laba bersih MYOR melemah 8,23% yoy menjadi Rp 1,84 triliun per September 2025, dari Rp 2,01 triliun di periode yang sama tahun sebelumnya.

Rekomendasi: Buy

Target harga: Rp 2.700

Analis fundamental BRI Danareksa Sekuritas Abida Massi Armand

Selanjutnya: 30 Ucapan Rabu Abu Bahasa Inggris Penuh Makna Mendalam

Menarik Dibaca: 35 Ucapan Rabu Abu 2026 Penuh Makna Pertobatan dan Damai

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×