Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Saham-saham di Wall Street bergerak naik-turun pada Selasa (17/2/2026) dan akhirnya ditutup nyaris tidak berubah.
Seiring investor menimbang berbagai sentimen mulai dari belanja besar untuk kecerdasan buatan (AI), potensi disrupsi ekonomi akibat AI, hingga perkembangan positif dalam perundingan nuklir antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Baca Juga: Jejak Smart Money (13 Februari 2026): Berburu Saham Hidden Gems di Balik Koreksi IHSG
Pelaku pasar memanfaatkan pelemahan saham teknologi untuk kembali masuk (buy the dip).
Saham sektor teknologi dan chip yang sempat tertekan di awal sesi berhasil berbalik menguat menjelang penutupan.
Indeks dan Sektor: Teknologi Bertahan, Energi Tertinggal
Indeks-indeks utama AS ditutup relatif datar. Saham Norwegian Cruise Line dan Southwest Airlines membantu mengangkat sektor transportasi.
Di sektor teknologi, Apple dan Broadcom menjadi penopang utama.
Baca Juga: Merger BUMN Karya Ditargetkan Rampung pada 2026, Begini Prospek Sahamnya
Secara sektoral, properti, keuangan, transportasi Dow, dan maskapai penerbangan mencatat kinerja lebih baik.
Sebaliknya, saham energi, kebutuhan pokok konsumen, dan perumahan menjadi yang paling tertinggal.
Dolar Menguat, Imbal Hasil Obligasi Campuran
Di pasar valuta asing, dolar AS menguat di tengah ketegangan geopolitik. Euro mencatat pelemahan untuk enam sesi berturut-turut terhadap dolar, sementara yen melemah untuk hari kedua setelah sebelumnya mengakhiri tren penguatan lima hari.
Imbal hasil obligasi pemerintah AS bergerak campuran, mencerminkan spekulasi investor terkait kemungkinan pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve dalam beberapa bulan ke depan.
Baca Juga: Usai Libur Panjang, Analis Sebut Momentum Akumulasi & Ini Rekomendasi Sahamnya
Harga Minyak dan Emas Turun
Meredanya kekhawatiran geopolitik turut mengurangi permintaan aset safe haven. Harga minyak mentah dan emas pun melemah karena kekhawatiran gangguan pasokan mereda.
Secara keseluruhan, pasar masih berada dalam fase penuh kehati-hatian. Investor terus memantau dampak jangka panjang investasi besar di sektor AI terhadap profitabilitas perusahaan, perkembangan hubungan diplomatik AS–Iran, serta arah kebijakan suku bunga bank sentral AS yang akan menjadi penentu sentimen berikutnya.
Selanjutnya: Panduan Ramadhan 2026, Cek Jadwal Imsakiyah di Wonosobo Resmi dari Kemenag
Menarik Dibaca: Panduan Ramadhan 2026, Cek Jadwal Imsakiyah di Wonosobo Resmi dari Kemenag
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)