kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.878.000   -40.000   -1,37%
  • USD/IDR 16.903   44,00   0,26%
  • IDX 8.291   78,66   0,96%
  • KOMPAS100 1.168   9,59   0,83%
  • LQ45 835   5,32   0,64%
  • ISSI 296   1,78   0,61%
  • IDX30 436   4,05   0,94%
  • IDXHIDIV20 521   4,44   0,86%
  • IDX80 130   0,69   0,53%
  • IDXV30 142   0,10   0,07%
  • IDXQ30 141   1,27   0,91%

Wall St Bergerak Fluktuatif, Isu AI hingga Perundingan Nuklir AS–Iran Bayangi Pasar


Rabu, 18 Februari 2026 / 07:36 WIB
Wall St Bergerak Fluktuatif, Isu AI hingga Perundingan Nuklir AS–Iran Bayangi Pasar
ILUSTRASI. Wall Street (REUTERS/Brendan McDermid)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Saham-saham di Wall Street bergerak naik-turun pada Selasa (17/2/2026) dan akhirnya ditutup nyaris tidak berubah.

Seiring investor menimbang berbagai sentimen mulai dari belanja besar untuk kecerdasan buatan (AI), potensi disrupsi ekonomi akibat AI, hingga perkembangan positif dalam perundingan nuklir antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Baca Juga: Jejak Smart Money (13 Februari 2026): Berburu Saham Hidden Gems di Balik Koreksi IHSG

Pelaku pasar memanfaatkan pelemahan saham teknologi untuk kembali masuk (buy the dip).

Saham sektor teknologi dan chip yang sempat tertekan di awal sesi berhasil berbalik menguat menjelang penutupan.

Indeks dan Sektor: Teknologi Bertahan, Energi Tertinggal

Indeks-indeks utama AS ditutup relatif datar. Saham Norwegian Cruise Line dan Southwest Airlines membantu mengangkat sektor transportasi.

Di sektor teknologi, Apple dan Broadcom menjadi penopang utama.

Baca Juga: Merger BUMN Karya Ditargetkan Rampung pada 2026, Begini Prospek Sahamnya

Secara sektoral, properti, keuangan, transportasi Dow, dan maskapai penerbangan mencatat kinerja lebih baik.

Sebaliknya, saham energi, kebutuhan pokok konsumen, dan perumahan menjadi yang paling tertinggal.

Dolar Menguat, Imbal Hasil Obligasi Campuran

Di pasar valuta asing, dolar AS menguat di tengah ketegangan geopolitik. Euro mencatat pelemahan untuk enam sesi berturut-turut terhadap dolar, sementara yen melemah untuk hari kedua setelah sebelumnya mengakhiri tren penguatan lima hari.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS bergerak campuran, mencerminkan spekulasi investor terkait kemungkinan pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve dalam beberapa bulan ke depan.

Baca Juga: Usai Libur Panjang, Analis Sebut Momentum Akumulasi & Ini Rekomendasi Sahamnya

Harga Minyak dan Emas Turun

Meredanya kekhawatiran geopolitik turut mengurangi permintaan aset safe haven. Harga minyak mentah dan emas pun melemah karena kekhawatiran gangguan pasokan mereda.

Secara keseluruhan, pasar masih berada dalam fase penuh kehati-hatian. Investor terus memantau dampak jangka panjang investasi besar di sektor AI terhadap profitabilitas perusahaan, perkembangan hubungan diplomatik AS–Iran, serta arah kebijakan suku bunga bank sentral AS yang akan menjadi penentu sentimen berikutnya.

Selanjutnya: Panduan Ramadhan 2026, Cek Jadwal Imsakiyah di Wonosobo Resmi dari Kemenag

Menarik Dibaca: Panduan Ramadhan 2026, Cek Jadwal Imsakiyah di Wonosobo Resmi dari Kemenag

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×