kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Tren penguatan rupiah masih akan berlanjut pekan depan


Jumat, 24 Januari 2020 / 19:15 WIB
ILUSTRASI. Seorang teller PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk menghitung uang pecahan Rp100 ribu di Kantor Pusat BNI, Jakarta, Kamis (19/12/2019). Untuk memenuhi kebutuhan pelayanan nasabah selama Natal 2019 dan Tahun Baru 2020, BNI menyiapkan kas rata-rata Rp16,


Reporter: Muhammad Kusuma | Editor: Yudho Winarto

Pertama, kasus virus corona yang menyebar di China dapat membuat investor menarik diri dari aset berisiko dan mulai masuk ke dalam aset aman.

Rupiah sendiri sebagai aset berisiko dikhawatirkan akan ditinggalkan oleh investor. Selain itu, kelanjutan isu-isu terkait dengan harga minyak dapat menekan harga rupiah.

“Produksi minyak sempat terganggu di Irak dan Libya. Tetapi, terakhir sudah cukup dapat diatasi,” jelas David.

Josua menambahkan, rupiah juga akan terpengaruh oleh volume perdagangan yang cenderung menurun jelang hari raya Imlek.

Baca Juga: Tengah hari, rupiah semakin perkasa di level Rp 13.577 per dolar AS

Josua memprediksi rupiah pada Senin (13/1) menguat dalam rentang Rp 13.525 hingga Rp 13.625 per dolar AS. Sedangkan, David memperkirakan, mata uang Garuda bergerak di kisaran Rp 13.550 hingga Rp 13.650 per dolar AS.

Sekadar informasi, pada Jumat (24/1) rupiah spot ditutup menguat 0,41% ke Rp 13.583 per dolar AS. Terakhir kali rupiah berada di bawah Rp 13.600 adalah Februari 2018 lalu. Kala itu, rupiah berada di level Rp 13.560 per dolar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×