kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   10.000   0,39%
  • USD/IDR 17.935   49,00   0,27%
  • IDX 6.147   -46,20   -0,75%
  • KOMPAS100 792   -4,39   -0,55%
  • LQ45 606   -2,44   -0,40%
  • ISSI 215   -2,60   -1,20%
  • IDX30 336   -1,40   -0,42%
  • IDXHIDIV20 430   -1,07   -0,25%
  • IDX80 90   -0,46   -0,51%
  • IDXV30 117   -0,72   -0,61%
  • IDXQ30 110   -0,12   -0,11%

Transaksi Jumbo BYAN Rp 26,1 Triliun, Nyaris Setara Saham yang Dibeli Haji Isam


Kamis, 08 Oktober 2026 / 07:31 WIB
Transaksi Jumbo BYAN Rp 26,1 Triliun, Nyaris Setara Saham yang Dibeli Haji Isam
ILUSTRASI. Transaksi 10,08 miliar saham BYAN senilai Rp26,1 triliun muncul di pasar negosiasi, nyaris sama dengan saham yang akan dibeli Haji Isam. (Dok/BYAN)


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) mencatat transaksi jumbo senilai Rp 26,1 triliun di pasar negosiasi, yang volumenya nyaris sama dengan jumlah saham yang akan diakuisisi pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam melalui PT Jhonlin Baratama.

Mengacu data Bursa Efek Indonesia (BEI), transaksi tersebut berlangsung tiga kali pada Rabu (7/10/2026) dengan harga Rp 2.588 per saham. Total saham yang berpindah tangan mencapai sekitar 10,08 miliar saham.

Transaksi pertama terjadi pukul 09.31 WIB sebanyak 16,67 juta saham dengan nilai Rp 43,1 miliar.

Baca Juga: Ada Transaksi Jumbo BYAN Rp 26,1 Triliun di Pasar Nego, Haji Isam Resmi Masuk?

Selanjutnya, pada pukul 09.38 WIB berpindah 5 miliar saham senilai Rp 12,94 triliun, disusul transaksi sekitar 5,067 miliar saham senilai Rp 13,11 triliun pada pukul 09.39 WIB.

Harga transaksi negosiasi tersebut terpaut jauh dari harga BYAN di pasar reguler yang ditutup Rp 12.550 per saham. Dengan demikian, harga Rp 2.588 per saham lebih rendah sekitar 76,53% dibandingkan harga pasar reguler.

Jumlah saham yang ditransaksikan juga hampir sama dengan saham BYAN yang akan dibeli Jhonlin Baratama.

Berdasarkan perubahan Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (PJBS), jumlah saham yang akan dialihkan kepada Jhonlin Baratama bertambah 84,09 juta saham menjadi 10,08 miliar saham dari sebelumnya 10 miliar saham, atau sekitar 30% dari total saham BYAN.

Perubahan PJBS tersebut ditandatangani Low Tuck Kwong, Elaine Low, dan Jhonlin Baratama pada 1 Oktober 2026. Jika transaksi akuisisi selesai, Jhonlin Baratama akan menjadi salah satu pemegang saham terbesar BYAN.

Baca Juga: Terungkap Broker Transaksi Jumbo BYAN Rp 26,1 Triliun Rabu (7/10), Ini Pelakunya

"Perpindahan 30% saham BYAN tidak mengubah pengendalian perusahaan," tulis Senior Research Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia Fauzan Luthfi Djamal dalam risetnya, Rabu (7/10/2026).

Fauzan menilai, perpindahan sekitar 30% saham tersebut belum mengindikasikan perubahan pengendalian karena Low Tuck Kwong dan Elaine Low masih mempertahankan kepemilikan signifikan di BYAN.

Karena itu, belum terlihat indikasi kewajiban penawaran tender wajib maupun perubahan susunan dewan akibat transaksi tersebut.

BRI Danareksa Sekuritas dalam risetnya juga mencatat harga transaksi Rp 2.588 per saham mencerminkan price to earnings (PE) annualized sekitar 6,1 kali, jauh di bawah PE BYAN di pasar reguler yang mencapai sekitar 29,7 kali.

Transaksi jumbo tersebut terjadi sehari setelah Low Tuck Kwong melepas sebagian saham BYAN.

 

Berdasarkan keterbukaan informasi BEI, Low Tuck Kwong menjual 33,33 juta saham pada harga Rp 11.025 per saham pada 6 Oktober 2026. Setelah transaksi itu, kepemilikannya menjadi sekitar 40,15%.

Di pasar reguler, saham BYAN justru melemah 6,69% menjadi Rp 12.550 per saham pada Rabu (7/10). Meski demikian, saham BYAN masih menguat 6,36% dalam sepekan, tetapi telah turun 23,24% sejak awal tahun.

Baca Juga: Bayan Resources (BYAN) Buka Suara Soal Rumor Akuisisi oleh Haji Isam

Di sisi lain, kelompok usaha Haji Isam juga melakukan aksi korporasi lain di pasar modal.

Dua entitas terafiliasi, yakni PT Eshan Agro Sentosa sebagai pengendali PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) dan sejumlah pemegang saham pengendali PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN), menggadaikan sahamnya kepada PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebagai jaminan fasilitas kredit.

Pada JARR, Eshan Agro Sentosa menggadaikan 7,997 miliar saham atau seluruh kepemilikannya.

Sementara pada PGUN, PT Araya Agro Lestari, PT Baramega Citra Mulia Persada, dan PT Citra Agro Raya masing-masing menggadaikan 2,21 miliar saham, 900 juta saham, dan 2,19 miliar saham. Transaksi gadai tersebut dilakukan pada 30 September 2026.

Baca Juga: Selain Transaksi Jumbo BYAN Rp 26,1 T, Low Tuck Kwong Juga Lepas 33,3 Juta Saham

Manajemen JARR dan PGUN memastikan gadai saham tersebut tidak mengubah pengendalian perusahaan, tidak menyebabkan dilusi, serta tidak mengubah jumlah modal ditempatkan dan disetor.

Aksi gadai saham tersebut merupakan bagian dari pengikatan jaminan atas fasilitas kredit JARR dari Bank Mandiri melalui afiliasinya. Sementara di PGUN, PT Araya Agro Lestari tetap menjadi pengendali perusahaan sebagai bagian dari kelompok terorganisasi PGUN.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×