kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

TOTL targetkan pertumbuhan moderat tahun ini


Rabu, 05 Februari 2014 / 18:23 WIB
ILUSTRASI. Infeksi Saluran Kemih


Reporter: Cindy Silviana Sukma | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Salah satu emiten konstruksi, PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL) menargetkan kinerja pertumbuhan yang moderat pada tahun ini. Sekretaris Perusahaan TOTL Elvina Apandi Hermansyah menyatakan, perseroan hanya menargetkan pendapatan bersih sebesar Rp 2,4 triliun dan laba bersih sebesar Rp 220 miliar.

Angka pendapatan ini diperkirakan naik sekitar 9%-10%, dibandingkan tahun lalu. Meski belum selesai diaudit, Elvina mengestimasikan, perseroan telah memperoleh pendapatan bersih sekitar Rp 2,2 triliun sepanjang tahun 2013 lalu.

Target pendapatan itu akan berasal dari sejumlah kontrak proyek yang telah TOTL dapatkan tahun lalu dan yang kontrak proyek baru tahun ini. Adapun, hingga Desember 2013 lalu, perusahaan telah memperoleh nilai kontrak sekitar Rp 1,9 triliun. Sementara, tahun ini, TOTL mengincar untuk mendapatkan perolehan kontrak sebesar Rp 2,4 triliun.

Sebagian besar proyek TOTL yang akan dibangun tahun ini merupakan perkantoran, seperti Menara BRI BSD, Neo Simatupang Hotel, Indokordsa Factory di Citeureup Bogor, Green Office Park Serpong, Asahi Indofood, The Tower, dan sebagainya.

Untuk biaya belanja modal, TOTL masih mengandalkan dana dari kas internal perusahaan sebesar Rp 25 miliar. "Kami masih net cash company, jadi internal kas masih bisa digunakan untuk kegiatan operasional perusahaan," tambahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×