kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.020   39,00   0,22%
  • IDX 5.916   40,29   0,69%
  • KOMPAS100 770   5,43   0,71%
  • LQ45 584   2,70   0,46%
  • ISSI 205   1,22   0,60%
  • IDX30 331   1,85   0,56%
  • IDXHIDIV20 408   2,21   0,55%
  • IDX80 87   0,50   0,57%
  • IDXV30 110   0,09   0,09%
  • IDXQ30 107   0,43   0,40%

Tokocrypto Luncurkan Tokenized Stocks, Investor Bisa Akses Saham Nvidia hingga SpaceX


Senin, 06 Juli 2026 / 17:37 WIB
Tokocrypto Luncurkan Tokenized Stocks, Investor Bisa Akses Saham Nvidia hingga SpaceX
ILUSTRASI. Tokocrypto luncurkan Tokenized Stocks, membuka akses saham global seperti SpaceX dan Nvidia 24 jam. Ini peluang diversifikasi portofolio (FREEPIK/NATIVE)


Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Platform perdagangan aset kripto tanah air, Tokocrypto, mengumumkan peluncuran Tokenized Stocks yang sebelumnya telah diperkenalkan melalui soft launch pada 23 Juni 2026. Produk tersebut kini membuka akses terhadap saham perusahaan global seperti SpaceX, Micron, hingga Nvidia.

Tokenized stocks atau tokenisasi aset merupakan aset digital berbasis blockchain yang menggabungkan investasi saham dengan fleksibilitas transaksi secara on-chain. 

Berbeda dengan perdagangan saham di bursa yang memiliki jam operasional tertentu, produk ini mengikuti karakteristik pasar aset digital yang dapat diakses 24 jam. Selain itu, tokenisasi juga memperluas pilihan aset digital bagi masyarakat yang ingin mendiversifikasi portofolio investasinya. 

Baca Juga: MoraRepublic (MORA) Gandeng ZTE Perluas Jaringan FWA dan FTTH

CEO Tokocrypto Calvin Kizana mengatakan, tokenized stocks menandai babak baru dalam perkembangan aset digital. Industri kini tidak lagi hanya berfokus pada aset kripto, tapi juga menghadirkan aset dunia nyata seperti saham ke dalam ekosistem blockchain.

Melalui teknologi ini, tokenized stocks diharapkan dapat meningkatkan transparansi, memperluas akses, dan memudahkan investor, termasuk di Indonesia untuk berinvestasi di saham-saham global yang selama ini sulit dijangkau jalur konvensional. 

“Di Tokocrypto, kami membuka akses bagi investor Indonesia untuk mendapatkan eksposur terhadap pergerakan harga saham global yang selama ini sulit diakses. Tujuan kami adalah memperluas akses keuangan melalui teknologi, didukung edukasi dan infrastruktur yang jelas. Dengan cara ini, kami menghubungkan pengguna di Indonesia dengan pasar modal internasional yang sebelumnya sulit dijangkau,” ujar Calvin dalam keterangannya, Senin (6/7/2026).

Peluncuran ini sejalan dengan meningkatnya tren tokenisasi aset secara global. Selain menghadirkan akses yang lebih fleksibel, tokenisasi memungkinkan aset dibagi ke dalam unit digital yang lebih kecil.

Pendekatan ini berpotensi membuka peluang investasi yang lebih luas bagi masyarakat yang sebelumnya menghadapi keterbatasan untuk berinvestasi pada aset bernilai tinggi. 

Produk tokenized stocks Tokocrypto menggunakan sistem 1:1 Proof-of-Collateral yang dapat diverifikasi secara on-chain. Proof-of-Collateral merupakan sistem transparansi yang memungkinkan pengguna memeriksa jumlah aset digital yang disimpan dalam wallet sebagai jaminan produk. 

Data on-chain hanya menampilkan aset yang tersimpan di wallet tersebut. Apabila terdapat aset yang disimpan di luar blockchain, diperlukan verifikasi independen secara terpisah. 

Baca Juga: Trimegah Sekuritas (TRIM) Bayar Pokok Obligasi Jatuh Tempo Rp 308,8 Miliar

Melalui produk tokenisasi aset yang dihadirkan Tokocrypto, Calvin bilang, masyarakat Indonesia dapat memperoleh eksposur yang lebih luas terhadap perusahaan global di berbagai sektor, seperti kecerdasan buatan (AI), kendaraan listrik (EV), hingga sektor luar angkasa.

Saat ini, Tokocrypto menyediakan enam aset tokenisasi yang merepresentasikan perusahaan global, yaitu SpaceX (SPCXB), Micron (MUB), SanDisk (SNDKB), Circle (CRCLB), Nvidia (NVDAB), dan Tesla (TSLAB). 

“Peluncuran tokenized stocks menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam mendorong adopsi Real World Assets (RWA) di Indonesia sekaligus menjembatani keuangan tradisional dengan teknologi blockchain melalui pengalaman aset digital yang lebih mudah diakses,” lanjutnya.

Terakhir, Calvin menekankan, aset tokenisasi ini mengacu pada saham referensi yang dirancang untuk mengikuti pergerakan harga saham acuan tersebut. Produk ini tidak memberikan hak sebagai pemegang saham, seperti hak suara maupun dividen, serta tidak dapat ditukarkan menjadi saham acuan, kecuali dinyatakan secara eksplisit dalam ketentuan produk. 

Baca Juga: Implementasi UU P2SK Jadi Momentum Perkuat Daya Saing & Kedaulatan Kripto Nasional

Tokenized stocks memang dapat diperdagangkan di luar jam operasional pasar saham, tetapi harga dan likuiditasnya dapat bervariasi, terutama ketika pasar saham acuan sedang tutup. 

Peluncuran tokenized stocks dilakukan di tengah berkembangnya kerangka regulasi aset keuangan digital di Indonesia. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) saat ini tengah menyusun regulasi serta Roadmap Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto (IAKD) 2026–2031. 

Pengembangan tokenisasi aset dan stablecoin sebagai salah satu fokus utama. Langkah tersebut mencerminkan semakin besarnya perhatian regulator terhadap pemanfaatan teknologi blockchain untuk mendorong inovasi sekaligus memperkuat tata kelola dan perlindungan konsumen di sektor keuangan digital.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×