kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45697,73   -32,02   -4.39%
  • EMAS946.000 -1,77%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

TLKM jadi pemberat bursa, analis masih buy


Jumat, 28 Februari 2020 / 08:15 WIB
TLKM jadi pemberat bursa, analis masih buy

Reporter: Harris Hadinata | Editor: Harris Hadinata

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sudah merosot 12,13% sejak awal tahun. Saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) menjadi pemberat nomor satu bagi pergerakan indeks.

Menilik data Bursa Efek Indonesia (BEI), TLKM baru masuk daftar saham laggard di Februari ini. Meski begitu, penurunan saham TLKM sebesar 12,6% sejak awal tahun langsung menjadi pemberat utama IHSG di periode tersebut.

Tapi rata-rata analis menilai saham TLKM masih menarik dikoleksi. Menurut data Bloomberg, dari 34 analis, 29 di antaranya memberi rekomendasi beli bagi TLKM.

Konsensus target harga TLKM ada di Rp 4.702. Sementara pada penutupan perdagangan Kamis (27/2), TLKM dihargai Rp 3.470 per saham.

Artinya, masih ada potensi imbal hasil sekitar 35,5%.

Dibandingkan dengan penutupan Rabu (26/2), harga saham TLKM turun 1,14% dari Rp 3.510.

Kalau dihitung sejak 7 hari yang lalu (20 Februari 2020), harga saham TLKM kemarin turun 5,96%. Bila dihitung dalam 30 hari terakhir, harga saham emiten ini turun 9,40%.

Dengan earning per share (EPS) alias laba bersih per saham Rp 222, maka price to earning ratio (PER) saham ini 15,63 kali. Adapun price to book value-nya (PBV) 3,45 kali.

Sejumlah analis memang memprediksi harga TLKM masih bisa naik ke atas Rp 4.000 per saham. Analis RHB Michael Wilson Setjoadi memasang target harga TLKM di Rp 4.700 per saham. Analis UOB Kay Hian Raphon Prima memasang target harga di Rp 4.730 per saham.




TERBARU

Close [X]
×