kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

TLKM ikut konsorsium bangun kabel laut


Kamis, 28 Agustus 2014 / 19:22 WIB
ILUSTRASI. Ingin Berat Badan Ideal? Ini Tips Diet Sehat Ala Dosen Unair yang Patut Dicoba.


Reporter: Annisa Aninditya Wibawa | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Untuk mengembangkan jaringan, PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) akan membangun kabel laut internasional. Aksi ini TLKM lakukan melalui PT Telekomunikasi Indonesia Internasional (Telin). Proyek yang diharapkan rampung tahun 2016 ini memiliki nilai investasi US$ 250 juta.

Pembangunan kabel laut ini dilakukan melalui konsorsium South East Asia-United States (SEA-US). Adapun, konsorsiumnya terdiri dari tujuh perusahaan telekomunikasi yakni Telin, Telekomunikasi Indonesia International Inc. (Telkom USA), Globe Telecom, RAM Telecom International, Hawaiian Telecom, Teleguam Holdings, dan GTI Corporation.

Nantinya, kabel bawah laut ini akan memiliki panjang 15.000 kilometer yang membentang menghubungkan lima area dan teritori, yakni Manado (Indonesia), Davao (Filipina), Piti (Guam), Oahu (AS), dan Los Angeles (AS).

"Proyek ini adalah kabel laut pertama yang menghubungkan Indonesia bagian timur ke Amerika Serikat. Terhubung dengan infrastruktur milik TLKM, sistem kabel laut ini mampu menyediakan latency yang paling rendah dari Indonesia ke AS dibanding sistem kabel laut internasional lain yang ada saat ini," ucap Direktur Utama TLKM Arief Yahya, dalam siaran pers, Kamis, (28/8).

Nah, kabel laut ini memiliki beberapa keunggulan, seperti hambatan yang relatif kecil meski traffic padat (lowest tenancy). Kemudian, posisi kabel yang tidak berada di kawasan gunung berapi dan patahan bumi membuat kecilnya kemungkinan terganggu bencana alam.

Sekedar informasi bahwa Maret lalu, Telin telah membangun sistem komunikasi kabel laut yang menghubungkan ke negara-negara belahan barat hingga Eropa. Ini dilakukan melalui konsorsium South East Asia-Middle East-Western Europe 5 (SEA-ME-WE 5).

Lalu setelah ini, TLKM juga sudah mengantungi rencana pembangunan jaringan kabel laut yang diberi nama Indonesia Global Gateaway. Ini akan menghubungi SEA-ME-WE 5 dengan SEA-US.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×