kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45697,73   -32,02   -4.39%
  • EMAS946.000 -1,77%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Tingkatkan likuiditas sahamnya, Mark Dynamics Indonesia (MARK) bakal stock split


Kamis, 27 Desember 2018 / 17:14 WIB
Tingkatkan likuiditas sahamnya, Mark Dynamics Indonesia (MARK) bakal stock split
ILUSTRASI. Logo PT Mark Dynamics Indonesia

Reporter: Agung Hidayat | Editor: Yoyok

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemegang saham PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) rnenyetujui rencana pemecahan nilai nominal saham (stock split).

Menurut Ridwan, Presiden Direktur MARK, aksi korporasi ini akan meningkatkan jumlah saham beredar sebanyak lima kali lipat dan diharapkan dapat mendorong likuiditas perdagangan sahamnya di Bursa Efek lndonesia (BEI).


Persetujuan pemegang saham ini membuat nilai nominal saham Perseroan yang tadinya Rp 100 per saham akan dipecah dengan rasio 1 : 5 menjadi Rp 20 per saham. Pemecahan ini otomatis akan meningkatkan jumlah saham beredar yang yang tadinya sebanyak 760.000.062 saham akan menjadi 3.800.000.310 saham.

"Dengan jumlah saham yang meningkat di pasar akan memberi kesempatan lebih besar kepada investor untuk menjadi bagian dari pemegang saham dan likuiditas perdagangan sahamnya akan meningkat," kata Ridwan kepada Kontan.co.id, Kamis (27/12).

Perdagangan saham MARK di BEI pada tahun 2018, hingga akhir bulan November 2018, tercatat rata-rata sebesar 1,35 juta saham per hari atau sejumlah 13.500 lot. Menyusul persetujuan pemegang saham atas rencana stock split, diharapkan perdagangan saham perseroan akan sernakin tinggi baik jumlah saham maupun frekuensinya.

Memasuki tahun 2019 nanti, bagi MARK yang berorientasi ekspor peluang bisnis masih terbuka lebar. Serta menurut Ridwan efek perang dagang kali ini bakal menjadi kesempatan perseroan untuk meningkatkan ekspornya terutama ke pasar yang eksisting yakni Malaysia.

"Selama tetap terjaganya situasi yang kondusif dan fundamental ekonomi yang baik, maka kondisi politik saat ini masih tetap kondusif bagi perkembangan usaha kami," urai Ridwan. Melihat kondisi saat ini pun MARK tetap optimis untuk terus melakukan ekspansi bisnis.

Untuk mempersiapkan ekspansi, perusahaan telah memperoleh pinjaman dari perbankan sekitar US$ 8,1 juta untuk pembangunan pabrik baru. Total dari 2018 dan 2019 nanti jumlah capital expenditure (capex) MARK mencapai Rp 200 miliar.

Diharapkan di tahun 2019 pabrik baru tersebut akan rampung dan bisa berproduksi secara normal. Di tahun depan perseroan menargetkan kenaikan kapasitas produksi sarung tangan menjadi sebanyak 630.000 pieces per bulan pada tahun depan. Dimana di 2018 ini kapasitas produksi MARK baru sebesar 540.000 pieces per bulan.

Mengulik laporan penjualan triwulan ketiga tahun 2018, revenue MARK tumbuh sebesar 35,24% menjadi Rp 240,45 miliar, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 177,79 miliar. Sementara sepanjang tahun 2017 lalu penjualan hanya sebesar Rp 239,79 miliar.




TERBARU

Close [X]
×