kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

The greenback terkapar di hadapan yen


Kamis, 18 Mei 2017 / 17:06 WIB
The greenback terkapar di hadapan yen


Reporter: Namira Daufina | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Pelemahan yang dialami the greenback di hadapan yen masih disebabkan oleh memanasnya suhu politik di Amerika Serikat. Analis bahkan menduga hingga penutupan akhir pekan nanti USD/JPY masih bisa melemah lagi.

Mengutip Bloomberg, Kamis (18/5) pukul 16.13 WIB pasangan USD/JPY melorot 0,42% ke level 110,36 dibanding hari sebelumnya.

Sri Wahyudi, Research and Analyst PT Garuda Berjangka menjelaskan pelemahan terjadi setelah Presiden AS Donald Trump dinilai memiliki kolusi dengan Rusia dan disinyalir membocorkan rahasia negara.

Terjadi kekhawatiran di pasar global bahwa hal tersebut bisa menimbulkan pemakzulan atas posisi Trump saat ini. “Efeknya USD terpuruk cukup dalam ditambah dengan minimnya data ekonomi AS terbaru yang bisa berimbas signifikan pada posisi USD,” tutur Wahyudi.

Memang hingga pukul 16.25 WIB index USD tergelincir 0,02% ke level 97,55 atau jauh dari levelnya beberapa pekan lalu di kisaran 99,00.

Sementara di saat yang bersamaan data prelim pertumbuhan ekonomi Jepang kuartal satu 2017 justru tumbuh dari 0,3% menjadi 0,5%. Tentu hal ini menguntungkan posisi yen yang juga sedang berada di atas angin. “Ketegangan di AS jelas membuat pelaku pasar memilih berburu aset safe haven seperti yen untuk berlindung,” imbuh Wahyudi.

Hal ini pula yang mengarahkan Wahyudi pada perkiraan besok pasangan USD/JPY berpotensi untuk melanjutkan pelemahannya. Tekanan semakin besar setelah data klaim pengangguran mingguan AS diduga akan bertambah dari 236.000 menjadi 240.000. Apalagi jika berkaca hingga penutupan pekan ini nyaris tidak akan ada data ekonomi AS yang akan dirilis. Membuat posisi USD kian sulit.

“Meski data ekonomi Jepang juga minim namun kans yen menguat jauh lebih besar karena secara kondisi dalam negeri yang lebih stabil,” ujar Wahyudi. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×