kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

The greenback tergelincir tipis di hadapan yen


Rabu, 08 Februari 2017 / 19:10 WIB


Reporter: Namira Daufina | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Meski terpapar sajian data ekonomi yang negatif, namun yen berhasil catatkan penguatan di hadapan the greenback.

Mengutip Bloomberg, Rabu (8/2) pukul 17.23 WIB pasangan USD/JPY tergelincir tipis 0,03% ke level 112,36 dibanding hari sebelumnya.

Nizar Hilmy, Analis PT SoeGee Futures menuturkan pergerakan USD/JPY memang melemah cenderung flat. Hal ini disebabkan peran kedua mata uang sebagai safe haven menyebabkan baik USD maupun yen sama kuatnya di pasar global saat ini.

Hanya saja dengan tingginya ketidakpastian di AS mengenai langkah kebijakan yang akan diambil ke depannya oleh Donald Trump, Presiden AS membuat USD cenderung lebih tertekan.

“Trump sudah mengambil beberapa langkah kontroversial seperti proteksionisme dan belum memberikan arahan jelas mengenai kebijakan fiskal dan proyeksi mengenai mata uang AS sehingga USD masih dibayangi tren bearish,” jelas Nizar.

Walau memang di sisi lain sajian data ekonomi AS terus memuaskan pasar sehingga pelemahan USD cukup kuat bertahan.

Belum lagi, Gubernur The Fed bagian Philadelphia, Patrick Harker mengatakan ia mendukung kenaikan suku bunga The Fed dalam waktu dekat mengingat performa ekonomi AS yang sudah berada di jalur yang diharapkan. “Mengempisnya rentang pelemahan juga didukung oleh sajian data ekonomi Jepang yang mengecewakan pasar,” tutur Nizar.

Memang dilaporkan data pinjaman bank Januari 2017 melambat pertumbuhannya dari 2,6% menjadi 2,5% serta transaksi berjalan Jepang Januari 2017 yang surplusnya mengecil dari 1,80 triliun yen menjadi 1,67 triliun yen. Tentunya memberikan beban negatif pada mata uang Negeri Sakura.

Ditambah lagi pada Jumat (10/2) dijadwalkan akan berlangsung pertemuan Donald Trump dan Shinzo Abe untuk pertama kalinya sejak Trump dilantik. Pasar akan cenderung bersikap hati-hati dan wait and see.

Hasil pertemuan tersebut akan menentukan arah pergerakan pasangan ini ke depannya. "Pergerakan akan cenderung ranging," tutur Nizar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×