kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.120.000   -48.000   -1,52%
  • USD/IDR 16.805   19,00   0,11%
  • IDX 8.330   97,40   1,18%
  • KOMPAS100 1.165   25,83   2,27%
  • LQ45 834   20,52   2,52%
  • ISSI 298   2,18   0,74%
  • IDX30 430   8,24   1,96%
  • IDXHIDIV20 510   9,16   1,83%
  • IDX80 129   2,93   2,32%
  • IDXV30 139   2,61   1,92%
  • IDXQ30 139   3,06   2,26%

Dollar Australia melemah karena profit taking


Selasa, 07 Februari 2017 / 21:55 WIB
Dollar Australia melemah karena profit taking


Reporter: RR Putri Werdiningsih | Editor: Adi Wikanto

JAKARTA. Meski berhasil menguat terhadap sejumlah mata uang dunia, tetapi dollar Australia gagal mempertahankan penguatan dihadapan dollar Australia. Setelah menguat selama 6 minggu berturut-turut akhirnya pasangan AUD/USD pun mengalami koreksi.

Mengutip Bloomberg, Selasa (7/2) pukul 19.19 wib pasangan AUD/USD mengalami pelemahan 0,50% ke level 0,7622 dibanding hari sebelumnya.

Alwi Assegaff, analis PT Global Kapital Investama Berjangka menyebut pelemahan dollar Australia terhadap dollar AS terjadi akibat aksi profit taking. Dalam 6 minggu berturut-turut hingga di awal perdagangan Selasa (7/2) pasangan AUD/USD sudah mengalami penguatan cukup tajam. “Jadi wajar setelah keputusan RBA menahan suku bunga kemudian terjadi profit taking,” papar Alwi, Selasa (7/2).

Sedangkan penguatan dollar AS juga didorong dari pernyataan pejabat The Fed Patrick Harker yang masih membuka peluang kenaikan suku bunga AS pada bulan Maret nanti. Dalam keterangan persnya suku bunga bisa dinaikkan jika data lapangan kerja dan upah bisa terus membaik. Bahkan ia masih optimis kenaikan suku bunga selama 3 kali di tahun 2017 bisa terwujud.

“Namun ini juga masih terhalang bagaimana kebijakan fiskal yang akan diambil Trump. Selama ini cukup banyak kebijakan yang justru menghambat laju dollar,” tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×