kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.014   14,00   0,08%
  • IDX 7.069   -115,60   -1,61%
  • KOMPAS100 977   -15,58   -1,57%
  • LQ45 718   -9,01   -1,24%
  • ISSI 253   -4,17   -1,62%
  • IDX30 389   -4,09   -1,04%
  • IDXHIDIV20 483   -3,99   -0,82%
  • IDX80 110   -1,58   -1,41%
  • IDXV30 134   -0,70   -0,52%
  • IDXQ30 127   -1,31   -1,02%

The Fed hadang penguatan rupiah


Jumat, 02 Februari 2018 / 07:20 WIB


Reporter: Tane Hadiyantono | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kurs rupiah kembali cenderung tertekan. Kemarin, kurs spot rupiah melemah 0,28% ke Rp 13.424 per dollar AS. Di kurs tengah Bank Indonesia, rupiah masih naik tapi tipis, yakni 0,08% menjadi Rp 13.402 per dollar AS.

Analis Monex Investindo Futures Putu Agus Pransuamitra mengatakan, usai FOMC, The Fed memberi penegasan target inflasi 2% dapat tercapai dalam jangka menengah. Hal ini menjadi sinyal kuat Fed funds rate bakal naik tahun ini hingga tiga kali. 

Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual menambahkan, inflasi Indonesia di Januari yang cuma 0,62% turut menekan rupiah. Tapi rupiah masih bisa rebound jika pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal IV-2017 yang akan diumumkan pada pekan depan positif. "Kalau pertumbuhan PDB bisa lebih tinggi dari 5%, misal mencapai 5,1%, rupiah bisa menguat," kata dia, Kamis (1/2).

David memperkirakan rupiah hari ini masih melemah dan bergerak di kisaran Rp 13.380-Rp 13.450 per dollar AS. Sedangkan Putu memperkirakan,  rupiah akan bergulir dengan rentang pergerakan Rp 13.385-Rp 13.470 per dollar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×