kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

The Fed bikin rupiah terpuruk


Kamis, 28 September 2017 / 08:41 WIB


Reporter: RR Putri Werdiningsih | Editor: Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID - Ketua The Fed Janet Yellen Selasa malam (26/9) kembali menyatakan optimisme bisa kembali menaikkan suku bunga acuan di Desember nanti. Hal tersebut membuat nilai tukar rupiah terpuruk ke level terendah selama sembilan bulan terakhir.

Di pasar spot, Rabu (27/9), kurs mata uang Garuda terhadap dollar Amerika Serikat (AS) melemah 0,53% ke level Rp 13.445 dibanding hari sebelumnya. Padahal pada 11 September, rupiah sempat menguat hingga ke level Rp 13.156 per dollar AS.

Mengacu pada kurs tengah Bank Indonesia, rupiah kemarin terkoreksi 0,27% menjadi Rp 13.384 per dollar AS.

Reny Eka Putri, Analis Pasar Uang Bank Mandiri, menyatakan, pelemahan rupiah di luar prediksi. Di tengah kondisi fundamental dalam negeri yang cukup kuat, rupanya mata uang Garuda tak mampu meredam efek penguatan dollar AS. "Dollar AS menguat hampir ke semua mata uang. Jadi koreksi kali ini cukup kental sentimen eksternalnya," papar dia kepada KONTAN, Rabu (27/9).

Dollar AS menguat berkat pernyataan pejabat The Fed yang bernada hawkish. Menurut penilaian Reny, selain kembali menegaskan rencana kenaikan suku bunga acuan sekali lagi di tahun ini, bank sentral AS juga optimistis bisa mengejar target inflasi 2%. "Apalagi ini mendekati bulan Oktober, di mana The Fed akan mulai mengurangi asetnya," imbuh dia.

Sementara Nizar Hilmy, Analis Soe Gee Futures, menyebut, kejatuhan rupiah kali ini merupakan imbas dari keputusan Bank Indonesia menurunkan suku bunga acuan menjadi 4,25% pekan lalu. Penurunan suku bunga biasanya menyebabkan penurunan mata uang. Hanya saja untuk rupiah reaksi penurunannya baru terasa sepekan setelahnya. "Sepanjang September rupiah sudah melemah sekitar 2,2%," urai dia.

Dengan sentimen positif yang cukup berpihak ke dollar AS, diperkirakan Kamis (28/9), rupiah masih akan melanjutkan koreksi, namun tidak akan sedalam kemarin. Fundamental domestik yang cukup positif akan menahan kejatuhan rupiah lebih dalam. Nizar memprediksi rupiah akan bergerak pada kisaran Rp 13.390-Rp 13.430 per dollar AS. Sedang Renny memperkirakan kisaran pergerakan rupiah antara Rp 13.375-Rp 14.450 per dollar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×