kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45866,25   0,74   0.09%
  • EMAS917.000 -0,76%
  • RD.SAHAM -0.32%
  • RD.CAMPURAN -0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.08%

Terseok-seok di awal tahun, SSSG ACES diperkirakan akan membaik hingga akhir tahun


Selasa, 23 Maret 2021 / 17:55 WIB
Terseok-seok di awal tahun, SSSG ACES diperkirakan akan membaik hingga akhir tahun
ILUSTRASI. Karyawan memakai alat pelindung diri (APD) di sebuah toko ritel penjual perkakas, di Jakarta Timur. Tribunnews/Herudin

Reporter: Hikma Dirgantara | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penjualan PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES) belum membaik pada awal tahun ini. Pertumbuhan rata-rata penjualan per toko alias same store sales growth (SSSG) masih turun. 

Pertumbuhan rata-rata penjualan ACES pada Februari tercatat turun 19,3% dengan total penjualan Rp 531,6 miliar. Angka tersebut turun 10,6% secara bulanan dan 17,1% secara tahunan. 

Analis BRI Danareksa Sekuritas Andreas Kenny dalam risetnya pada 18 Maret 2021 menuliskan, penurunan penjualan pada Februari tidak terlepas dari pemberlakuan PPKM di Jawa dan Bali yang membuat jam operasional terbatas hingga 21.00 WIB. 

Sementara dari sisi penjualan, ACES secara year to date mencapai Rp 1,1 triliun atau turun 16,6% secara year on year. Andreas menyebut, perolehan tersebut masih sejalan dengan proyeksi BRI Danareksa Sekuritas setelah memenuhi 13% dari proyeksi pada tahun ini.

“Memasuki Maret, penjualan sepertinya masih akan menantang seiring pemberlakuan PSBB di Jawa dan Bali masih berlanjut. Walau demikian, lalu lintas mall akan jauh lebih baik dibanding Februari. Sehingga, walau SSSG ACES pada Maret masih akan di area negatif, setidaknya akan lebih baik dari SSSG Februari,” tulis Andreas dalam risetnya. 

Manajemen ACES pada tahun ini berencana untuk membuka kembali 8-10 gerai baru dan telah menyiapkan anggaran belanja modal sebesar Rp 100 miliar untuk hal tersebut. 

Baca Juga: IHSG dibuka turun, berikut rekomendasi saham NH Korindo Sekuritas untuk Senin (22/3)

Analis BNI Sekuritas William Siregar mengatakan, hal tersebut dapat diartikan target pertumbuhan SSSG ACES pada tahun ini berkisar 4-5%.

Menurutnya, terdapat dua faktor yang dapat membuat ACES melewati target pertumbuhan SSSG tersebut. Pertama, kombinasi dari pelonggaran pembatasan sosial dan vaksinasi yang diharapkan bisa mendorong daya beli masyarakat. 

Kedua, adanya insentif berupa penghapusan sementara pajak barang mewah atas penjualan mobil (dengan tenaga mesin di bawah 1.500 cc). William menilai, terdapat korelasi antara penjualan otomotif dan penjualan produk gaya hidup.

“Lalu, dengan tren suku bunga rendah sebagai upaya menghidupkan kembali sektor properti, juga akan memberi dampak positif pada segmen home improvement. Oleh karena itu, kami melihat kinerja ACES pada kuartal II dan III-2021 akan diuntungkan oleh katalis positif ini, yang pada akhirnya akan mendorong pemulihan laba bersih ACES,” kata William kepada Kontan.co.id, Selasa (22/3).

Dengan kondisi tersebut, William pun memperkirakan SSSG ACES pada tahun ini bisa tumbuh ke kisaran 4,5%. 

Tak hanya mengharapkan dari sentimen eksternal, ACES sendiri berinisiatif mendorong pemulihan SSSG dengan strategi boom sale. 

Analis Maybank Kim Eng Sekuritas Willy Goutama dan Aurellia Setiabudi dalam riset 18 Maret 2021 menjelaskan, ACES akan memiliki dua boom sale pada tahun ini.

Rencananya, boom sale ACES dilakukan pada kuartal II-2021 dan kuartal IV-2021. Jumlah ini lebih banyak dari tahun 2020 di mana ACES mengadakan boom sale hanya satu kali. Selain itu, ACES juga akan meluncurkan program tematik setiap bulan guna semakin menarik minat para pembeli.  

"Ini untuk menangkap permintaan yang kuat saat musim perayaan yakni hari raya Idul Fitri dan Nata. Kami melihat inisiatif ini secara positif bisa membantu pemulihan SSSG ACES pada tahun ini yang kami harapkan bisa mencatatkan SSSG 3,0%, lebih baik dari tahun 2020 yang turun 9,0%," terang Willy dan Aurellia.  

Baca Juga: Ace Hardware (ACES) bakal adakan dua kali boom sales tahun ini, SSSG bisa naik

Hingga akhir 2021, Kenny memprediksi ACES bisa mengantongi pendapatan Rp 8,61 triliun. Angka ini naik dibanding proyeksi 2020 sebesar Rp 7,76 triliun. Lalu, laba bersih diprediksi Rp 961 miliar, naik dari Rp 799 miliar.

Andreas mempertahankan rekomendasi beli saham ACES dengan target harga Rp 1.800 per saham. Rekomendasi ini mempertimbangkan penjualan bulanan yang masih sesuai ekspektasi dan perkembangan vaksinasi yang berpotensi mempercepat pemulihan kinerja ACES. 

Menurut Andreas, saham ACES juga masih relatif terjangkau di antara emiten ritel lain. Ini terlihat dari valuasi ACES, yang diperdagangkan pada PER 28,3 kali.

Selanjutnya: Ada katalis positif, berikut rekomendasi saham 3 emiten ritel: MAPI, ACES dan RALS

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
Rahasia Banjir Order dari Digital Marketing Sukses Berkomunikasi: Mempengaruhi Orang Lain Batch 3

[X]
×