kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.706   -33,00   -0,19%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Terlanjur belanja saham terindikasi gorengan? Ini tips cari untungnya


Selasa, 21 Agustus 2018 / 19:49 WIB
ILUSTRASI. Bursa Efek Indonesia


Reporter: Intan Nirmala Sari | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Naiknya beberapa harga saham tanpa disertai fundamental yang bagus, umumnya bukan karena rumor. Analis Panin Sekuritas William Hartanto menilai, hal tersebut umumnya karena dikendalikan oleh beberapa pihak yang menjaga harga tetap naik.

"Saya kira bukan karena rumor. Bahkan saham PT Prima Cakrawala Abadi Tbk (PCAR), saya enggak temukan adanya rumor di luar," ungkapnya kepada Kontan, Selasa (21/8).

Namun, bagi investor yang sudah terlanjut masuk ke dalam beberapa saham yang terindikasi gorengan, masih bisa memanfaatkan tren kenaikan saham tersebut. Beberapa saham tersebut seperti PCAR, PT Betonjaya Manunggal Tbk (BTON), dan PT San Nusapersada Tbk (PTSN).

"Saya belum menemukan adanya distribusi, sehingga potensi naik masih ada," katanya.

Selain itu, menurutnya saham saham tersebut memiliki potensi untuk melanjutkan kenaikan dalam waktu panjang. Sehingga, tidak perlu melakukan profit taking dalam waktu dekat.

"Investor dapat mencermati kondisi di mana ketika volume saham naik diiringi penurunan harga, maka tanda distribusi sudah dimulai," tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×