CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Terkoreksi 4,29% sejak awal tahun, saham-penghuni IDX Value30 ini masih menarik


Selasa, 12 November 2019 / 20:45 WIB
Terkoreksi 4,29% sejak awal tahun, saham-penghuni IDX Value30 ini masih menarik
ILUSTRASI. Ilustrasi saham Bursa Efek Indonesia./pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/10/12/2018.

Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Herlina Kartika

Presiden Direktur CSA Institute Aria Santoso menilai, pergerakan Indeks IDX Value30 tidak terlepas dari sentimen-sentimen sektoral terutama emiten yang bergerak di sektor tambang batubara, konstruksi, dan perbankan. Ketiga sektor inilah yang mendominasi konstituen indeks IDX Value30.

Misalkan saja saham emiten batubara yang tertekan anjloknya harga komoditas batubara sejak awal tahun hingga saat ini.

Tak ayal, melemahnya harga batubara juga berdampak pada melemahnya kinerja emiten batubara, sebut saja PTBA yang labanya tergerus 21,08% sepanjang kuartal III 2019 menjadi Rp 3,10 triliun.

Baca Juga: Saat IDX30 cuma naik 1,78%, saham ini mampu tumbuh 10%

Beda nasib, INDY justru harus menanggung kerugian sebesar US$ 8,6 juta. Padahal, pada kuartal III 2018 INDY masih meraup laba bersih sebesar US$ 112,2 juta.

Pun begitu dengan emiten konstruksi yang mengalami perlambatan realisasi proyek. Kontan.co.id mencatat, realisasi kontrak beberapa emiten konstruksi masih di bawah 50% hingga kuartal III 2019.

Sebut saja PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), yang baru mencatat nilai kontrak senilai Rp 25,7 triliun atau 41,69% dari target tahun ini sebesar Rp 61,74 triliun.

Namun, beberapa emiten di sektor lain mengalami pertumbuhan yang positif. Akan tetapi belum mampu mendominasi bobot IDX Value30.

Misalkan saja PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) yang laba bersihnya melesat hingga 25% menjadi Rp 3,53 triliun.

“Oleh karena alasan-alasan inilah maka performa indeks ini masih belum berhasil mengalahkan IHSG,” ujar Aria kepada Kontan.co.id, Selasa (12/11).




TERBARU

Close [X]
×