kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.788.000   -12.000   -0,43%
  • USD/IDR 17.727   59,00   0,33%
  • IDX 6.100   5,28   0,09%
  • KOMPAS100 803   -1,88   -0,23%
  • LQ45 613   -3,18   -0,52%
  • ISSI 215   0,49   0,23%
  • IDX30 350   -1,89   -0,54%
  • IDXHIDIV20 434   -5,22   -1,19%
  • IDX80 92   -0,33   -0,36%
  • IDXV30 120   -0,84   -0,69%
  • IDXQ30 113   -1,69   -1,46%

Terdampak corona, begini pengaruhnya terhadap sektor konstruksi


Rabu, 19 Februari 2020 / 04:45 WIB


Reporter: Benedicta Prima | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tahun 2019 merupakan tahun yang tak terlalu bersahabat bagi emiten konstruksi. Dalam rapat bersama DPR kemarin (17/2), emiten BUMN Karya menyajikan laporan keuangan yang menunjukkan pendapatan dan kontrak mereka mengalami penurunan.

Lalu bagaimana dengan kondisi tahun ini dan pengaruhnya terhadap kinerja emiten konstruksi? Apalagi, ekonomi global tengah menghadapi virus corona.

Analis Samuel Sekuritas Selvi Ocktaviani  melihat sektor konstruksi dalam negeri akan terdampak terutama pada proyek-proyek yang mengandalkan impor bahan baku khususnya dari China. Supply bahan baku akan terhambat sehingga proses penyelesaian proyek berpotensi mundur, kecuali perusahaan tersebut memiliki profil supplier yang terdiversifikasi dari berbagai sumber.

Baca Juga: Hutama Karya catat kinerja apik sepanjang 2019

"Namun sekalipun demikian, dikhawatirkan sulit switch permintaan antar-supplier apalagi jika bahan baku memiliki kualifikasi tertentu," imbuh Selvi. Dia tetap melihat sektor konstruksi mempunyai katalis positif mengingat infrastruktur masih menjadi program prioritas pemerintah.

Namun perlu diperhatikan bahwa emiten konstruksi harus memastikan penerimaan pembayaran yang lancar sehingga bisa menjaga rasio utang terhadap ekuitas (DER) dalam kondisi yang sehat sehingga tetap bisa menggarap proyek baru.

Baca Juga: Saham emiten BUMN karya menghijau usai melaporkan kinerja 2019

Selvi merekomendasikan beli untuk saham PT Adhi Karya Tbk (ADHI) dengan target harga Rp 1.800 per saham, PT Waskita Karya Tbk (WSKT) dengan target harga Rp 1.750 per saham, PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) dengan target harga Rp 2.600 per saham dan PT PP Tbk (PTPP) dengan target harga Rp 2.100 per saham.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×