kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Tekanan masih berat, rupiah diramal tetap berada di Rp 15.000


Senin, 08 Oktober 2018 / 06:18 WIB
ILUSTRASI. Uang dollar AS


Reporter: Disa Ayulia Agatha | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rupiah masih cenderung turun. Jumat (5/10), kurs spot rupiah tutup di Rp 15.183 per dollar Amerika Serikat (AS), turun tipis 0,03%. Data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menunjukkan rupiah turun sekitar 0,32% ke Rp 15.182 per dollar AS.

Rupiah diprediksi akan makin tertekan setelah Bank Indonesia (BI) merilis cadangan devisa turun 2,61% jadi US$ 114,8 miliar. Namun, BI meyakini, nilai cadangan devisa saat ini masih dapat menjaga stabilitas perekonomian.

Kepala Ekonom Bahana Sekuritas Satria Sambijantoro memprediksi, tekanan terhadap kurs rupiah masih besar pada hari ini. '"Defisit neraca perdagangan di September 2018 melebar jadi kekhawatiran bagi pelaku pasar," jelas dia.

Menurut Analis Valbury Asia Futures Lukman Leong, kenaikan harga minyak West Texas Intermediate (WTI) juga akan menjadi sentimen yang menekan kurs rupiah. Meski begitu, kedua analis yakin BI akan tetap intervensi rupiah.

Satria memprediksi rupiah bergerak antara Rp 15.175–Rp 15.250 per dollar. Sedangkan Lukman memperkirakan rupiah bergerak antara Rp 15.100–Rp 15.200 per dollar AS pada hari ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×