kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

Tekanan inflasi mencuat, emas melaju di pasar Asia


Selasa, 15 Februari 2011 / 15:43 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi Gadai swasta


Reporter: Dupla Kartini, Bloomberg | Editor: Dupla Kartini

TOKYO. Harga emas menguat di pasar Asia, karena spekulasi kenaikan inflasi di seluruh dunia mendorong permintaan emas sebagai aset lindung nilai bagi investor.

Kecemasan terhadap inflasi kian mencuat setelah harga konsumen di China melebihi target pemerintah tahun ini. Hari ini, China merilis harga konsumen naik 4,9% per Januari, lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang naik 4,6%.

Emas untuk pengantaran cepat naik 0,3% menjadi US$ 1.365,43 per ons troy pada pukul 1.46 a.m waktu Singapura. Sementara, emas untuk kontrak pengiriman April di divisi COMEX bursa NYMEX-AS naik ke level US$ 1.365,70 per ons troy, dari penutupan kemarin di US$ 1.365,1 per ons troy.

Paul Yamamura, trader dari Sumitomo Corp menyebut, pasar sedang tak memiliki arah, tidak ada insentif dalam waktu dekat yang bisa memengaruhi pedagang. "Harga emas dapat menguat setelah beberapa konsolidasi di tengah kekhawatiran inflasi," ujarnya.

Pekan lalu, Cina seperti halnya India, Indonesia, Thailand, dan Korea Selatan telah menaikkan suku bunga untuk meredam laju inflasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×