kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.750.000   10.000   0,36%
  • USD/IDR 17.744   36,00   0,20%
  • IDX 6.502   -24,02   -0,37%
  • KOMPAS100 848   -1,25   -0,15%
  • LQ45 642   -2,64   -0,41%
  • ISSI 228   -0,01   0,00%
  • IDX30 359   -1,39   -0,39%
  • IDXHIDIV20 437   -0,21   -0,05%
  • IDX80 97   -0,26   -0,27%
  • IDXV30 121   0,35   0,29%
  • IDXQ30 114   -0,45   -0,40%

Mubarak mundur, pamor safe haven emas memudar


Senin, 14 Februari 2011 / 10:36 WIB
ILUSTRASI. Tambang timah PT Timah Tbk di Pemali, Bangka


Reporter: Dupla Kartini, | Editor: Dupla Kartini

SEOUL. Pengunduran diri Presiden Mesir Hosni Mubarak berimbas surutnya permintaan terhadap aset investasi aman (safe haven) berupa emas.

Hari ini, koreksi emas kemungkinan bakal berlanjut. Hingga pukul 10.24 WIB, emas untuk kontrak pengiriman April turun 0,17% dari US$ 1.360,4 per ons troy ke US$ 1.358,1 per ons troy.

Kim Jae Juni, trader komoditas dari Eugene Investment & Futures Co menyebut, permintaan safe haven emas melemah karena pengunduran diri presiden Mesir telah mendongkrak minat investor mengambil resiko berinvestasi (risk appetite).

Di Asia, bursa saham hari ini melaju setelah dewan militer Mesir memutuskan akan menyerahkan kekuasaan kepada pemerintah terpilih secara demokratis dalam waktu enam bulan.

"Namun, untuk jangka panjang, emas tetap uptrend karena bangkitnya perekonomian mengindikasikan tingkat inflasi akan lebih cepat," ujar Kim.

Akhir pekan lalu, analis dan trader yang disurvei Bloomberg pun memprediksi emas berpeluang rebound di pekan ini.

Sementara, Nomura International Plc mengatakan, laju emas mungkin terbatas karena investor beralih dari investasi defensif ke saham karena mulai pulihnya ekonomi di negara maju. Harga emas sudah turun lebih dari 4% tahun ini setelah menyentuh rekor tertinggi di US$ 1.431,25 per ons troy pada 7 Desember.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×