kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.915.000   44.000   2,35%
  • USD/IDR 16.400   -20,00   -0,12%
  • IDX 7.142   47,86   0,67%
  • KOMPAS100 1.041   10,44   1,01%
  • LQ45 812   9,62   1,20%
  • ISSI 224   0,88   0,39%
  • IDX30 424   4,46   1,06%
  • IDXHIDIV20 504   1,88   0,37%
  • IDX80 117   1,34   1,15%
  • IDXV30 119   0,16   0,14%
  • IDXQ30 139   1,43   1,04%

Tekan beban pokok, laba bersih PWON lompat 34%


Kamis, 24 Juli 2014 / 08:45 WIB
Tekan beban pokok, laba bersih PWON lompat 34%
ILUSTRASI. Kinerja anak-anak usaha PT Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk (BRI) semakin meningkat./pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo


Reporter: Dityasa H Forddanta | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Meski pasar properti tengah melambat, namun PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) masih mampu membukukan kinerja semester I-2014 yang positif.

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, (24/7), emiten yang berbasis di Surabaya ini membukukan pendapatan Rp 1,88 triliun. Angka tersebut mengalami kenaikan 16% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, Rp 1,62 triliun.

Sementara, beban pokoknya mengalami kenaikan 6% menjadi Rp 719,87 miliar dari sebelumnya Rp 680,12 miliar. Tapi jika berbicara porsi, maka angkanya justru mengalami penurunan.

Pada semester I tahun ini, porsi beban pokok PWON terhadap pendapatannya sebesar 38%. Bandingkan dengan periode semester I-2013 yang sebesar 42%.

Penurunan porsi beban pokok tersebut membuat PWON mampu mencetak laba kotor Rp 1,16 triliun. Angka ini mengalami kenaikan 23% dibanding periode sebelumnya, Rp 945,72 miliar.

Untuk laba bersihnya, PWON mampu mencatatkan angka Rp 905,72 miliar. Jika dibandingkan dengan periode sebelumnya yang sebesar Rp 673,42 miliar, maka laba bersih PWON mengalami kenaikan 34%.

Nah, efisiensi pada beban pokok tersebut membuat kemampuan PWON mencetak laba dari setiap satu unit penjualannya meningkat. Hal ini bisa dilihat dari posisi net profit marjin (NPM) PWON semester I-2014 yang sebesar 48%. Bandingkan dengan NPM PWON semester I-2013 yang sebesar 41%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004 Digital Marketing for Business Growth 2025 : Menguasai AI dan Automation dalam Digital Marketing

[X]
×