kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.620   67,00   0,38%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Tak bertenaga, rupiah Jisdor melemah ke Rp 14.301 per dolar AS pada Rabu (3/11)


Rabu, 03 November 2021 / 16:22 WIB
ILUSTRASI. Rupiah Jisdor melemah ke Rp 14.301 per dolar AS


Reporter: Anna Suci Perwitasari | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah di kurs tengah kurs tengah Bank Indonesia (BI) terus tertekan. Rabu (3/11), rupiah Jisdor berada di level Rp 14.301 per dolar Amerika Serikat (AS).

Ini membuat rupiah spot melemah 0,28% dibandingkan dengan hari sebelumnya yang berada di level Rp 14.261 per dolar AS. Pergerakan ini sejalan dengan rupiah spot yang ditutup melemah 0,43% ke Rp 14.313 per dolar AS.

Hingga pukul 15.30 WIB, sebagian besar mata uang di kawasan melemah. Won Korea tetap menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah ditutup anjlok 0,59%.

Berikutnya, peso Filipina yang ditutup ambles 0,38% dan baht Thailand yang tertekan 0,15%. Disusul, ringgit Malaysia yang koreksi 0,13%.

Baca Juga: Loyo, rupiah spot ditutup melemah ke Rp 14.313 per dolar AS pada hari ini (3/11)

Kemudian ada dolar Taiwan yang turun 0,05% serta dolar Singapura yang melemah tipis 0,01% pada perdagangan hari ini.

Sementara itu, rupee India menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,24%. Diikuti, yen Jepang yang terkerek 0,10%.

Selanjutnya, yuan China naik 0,05% dan dolar Hong Kong menguat tipis 0,005% terhadap the greenback.

Selanjutnya: Kakao Bank contoh bank digital sukses, pengamat: Unggul pada pendapatan fee dan NPL

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×