Penulis: Muhammad Alief Andri | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) mengumumkan investasi strategis dari sejumlah dana dan akun kelolaan HPS Investment Partners, bagian dari BlackRock, untuk mendukung ekspansi bisnis pengelolaan limbah di Asia. Nilai investasi tersebut mencapai maksimal S$ 555 juta melalui beberapa tahap.
Perusahaan menjelaskan bahwa investasi dilakukan melalui pengambilbagian saham preferen yang baru diterbitkan oleh SBTH Asia Holdings Pte. Ltd. (SBTH), serta instrumen lainnya. SBTH merupakan perusahaan induk dari platform bisnis pengelolaan limbah milik TBS.
Dana investasi pada tahap awal maupun lanjutan akan digunakan untuk mendukung pertumbuhan bisnis pengelolaan limbah TBS di kawasan Asia. Namun, transaksi ini masih bergantung pada persetujuan pemegang saham TBS melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).
Baca Juga: TBS Energi (TOBA) Gandeng HPS, Siapkan Investasi S$ 555 Juta untuk Bisnis Limbah
Direktur Utama sekaligus Chief Executive Officer TBS Dicky Yordan mengatakan, investasi tersebut menjadi bagian penting dari transformasi perusahaan menuju bisnis infrastruktur berkelanjutan.
“Dengan investasi modal sebanyak beberapa tahap dengan jumlah sebesar-besarnya S$ 555 juta ke SBTH, kami menyambut HPS sebagai mitra yang sangat bernilai dalam perjalanan pertumbuhan kami, sementara kami tetap mempertahankan kendali atas bisnis pengelolaan limbah kami untuk mendorong pertumbuhan bisnis kami baik secara organik maupun anorganik,” ujar Dicky dalam keterangan resmi, Rabu (21/10/2026).
TBS menyatakan, investasi ini mencerminkan kepercayaan investor global terhadap prospek bisnis pengelolaan limbah sekaligus arah transformasi perusahaan. Melalui transaksi tersebut, TBS tetap mempertahankan kendali atas bisnis pengelolaan limbahnya.
SBTH menaungi sejumlah perusahaan operasional TBS di sektor pengelolaan limbah. Salah satunya adalah Cora Environment Pte. Ltd., yang menjalankan bisnis pengelolaan limbah, daur ulang, dan energi dari limbah di Singapura serta melayani lebih dari 470.000 rumah tangga dan bisnis.
Selain itu, terdapat Asia Medical Enviro Services Pte. Ltd., perusahaan pengelolaan limbah medis di Singapura, serta PT Arah Environmental Indonesia yang bergerak di bidang pengelolaan limbah medis, industri, dan rumah tangga di 15 provinsi di Indonesia.
Secara keseluruhan, ketiga perusahaan operasional tersebut mengumpulkan sekitar 760.000 ton limbah selama enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2026.
Persetujuan pemegang saham melalui RUPSLB menjadi salah satu tahapan yang perlu dipenuhi sebelum transaksi investasi tersebut dapat dilanjutkan.
Baca Juga: IHSG dan Bitcoin Kompak Menguat, Investor Diminta Waspadai Volatilitas Pasar
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














