kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.680.000   -30.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.882   6,00   0,03%
  • IDX 6.374   105,97   1,69%
  • KOMPAS100 836   13,50   1,64%
  • LQ45 634   8,05   1,29%
  • ISSI 220   3,58   1,65%
  • IDX30 354   2,96   0,84%
  • IDXHIDIV20 429   0,94   0,22%
  • IDX80 95   1,52   1,62%
  • IDXV30 118   0,42   0,35%
  • IDXQ30 112   0,52   0,46%

TBIG hedging penuh utang berbentuk dollar AS


Selasa, 12 November 2013 / 18:29 WIB
ILUSTRASI. Hewan ternak yang masuk ke zona merah PMK hanya dapat dilakukan pemotongan di rumah pemotongan hewan (RPH).


Reporter: Amailia Putri Hasniawati | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Kendati kurs rupiah terhadap dollar AS belakangan ini babak belur, manajemen PT Tower Bersama Tbk (TBIG) mengklaim hal tersebut tidak berpengaruh terhadap profitabilitas perseroan.

Padahal, TBIG adalah salah satu perusahaan yang memiliki utang yang banyak. Menurut Helmy Yusman Santoso, Direktur Keuangan TBIG, saat ini total utang perseroan, baik berdenominasi dollar AS dan rupiah mencapai Rp 9,1 triliun.

Biar aman dari kurs, perusahaan menara milik Grup Saratoga ini mengklaim telah melakukan lindung nilai (hedging) kurs untuk utang-utangnya yang bermata uang dollar AS. Hedging dilakukan secara penuh sesuai nilai utang yang ditarik.

"Waktu kami tarik utang dollar tahun 2010, (rupiah) langsung kami hedge di harga Rp 8.800," ujarnya. Sehingga, kendati rupiah menyentuh kisaran Rp 11.500, perseroan tetap membayar dengan nilai Rp 8.800 per dollar AS.

Dengan demikian, kata Helmy, pihaknya tidak memiliki isu turunnya margin keuntungan. Sayang, ia belum mau mengungkapkan detail mengenai kinerja laba bersih perseroan per akhir September 2013. "Laporan keuangan masih kami audit, minggu depan baru kami disclose," pungkas Helmy.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×