kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.718.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.709   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.518   -3,63   -0,06%
  • KOMPAS100 848   -0,96   -0,11%
  • LQ45 642   0,75   0,12%
  • ISSI 229   -1,10   -0,48%
  • IDX30 359   0,71   0,20%
  • IDXHIDIV20 438   1,12   0,26%
  • IDX80 97   -0,06   -0,06%
  • IDXV30 122   -0,08   -0,06%
  • IDXQ30 114   0,40   0,35%

Tarik-Menarik Dolar dan Risiko Domestik, Cek Prospek Rupiah Pekan Depan


Jumat, 28 Agustus 2026 / 17:06 WIB
Tarik-Menarik Dolar dan Risiko Domestik, Cek Prospek Rupiah Pekan Depan
ILUSTRASI. Rupiah Menguat Tipis (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Muhammad Fatih | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah bergerak dalam dinamika tarik-menarik antara tekanan dolar Amerika Serikat (AS) dan meningkatnya premi risiko domestik sepanjang pekan ini.

Mengutip data Bloomberg, Jumat (28/8/2026), mata uang Garuda ditutup menguat 0,29% atau 51 poin ke level Rp 17.693 per dolar AS.

Sementara itu, berdasarkan data Trading Economics, rupiah berada di posisi Rp 17.689,8 per dolar AS, sedangkan kurs acuan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia mencatatkan penguatan 0,33% ke level Rp 17.703 per dolar AS dari posisi hari sebelumnya Rp 17.762 per dolar AS.

Pergerakan mata uang Garuda pada pekan 24–28 Agustus 2026 dipengaruhi oleh kondisi dolar global yang sempat tertahan akibat kegelisahan pasar terhadap utang AS, sebelum kembali menguat seiring naiknya yield US Treasury 10 tahun mendekati 4,7%.

Baca Juga: Rupiah Berpeluang Lanjut Menguat, Didorong Pelemahan Indeks Dolar AS

Di sisi lain, faktor fundamental domestik seperti suku bunga BI-Rate di level 5,75% dan cadangan devisa sebesar US$ 145,3 miliar menjadi penopang penahan tekanan, meskipun pelebaran defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD) menjadi 3,3% PDB meningkatkan sensitivitas terhadap aksi lepas aset berisiko (risk-off).

Ekonom Universitas Andalas Syafruddin Karimi menilai, arah pergerakan rupiah pada pekan depan akan sangat ditentukan oleh perpaduan tiga lapis risiko utama.

Faktor eksternal bersumber dari arah sinyal kebijakan Federal Reserve pascalokakarya Jackson Hole dan rilis data tenaga kerja AS, pergerakan harga minyak mentah Brent di tengah dinamika geopolitik, serta respons arus modal asing di pasar Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

“Karena itu, arah rupiah akan ditentukan bukan oleh satu berita, melainkan oleh apakah dolar, yield AS, minyak, dan arus modal bergerak serempak atau saling menetralkan,” kata Syafruddin kepada Kontan, Jumat (28/8/2026).

Baca Juga: Rupiah Spot Ditutup Menguat 0,29% ke RP 17.693 per Dolar AS pada Jumat (28/8)

Syafruddin menambahkan, biaya yang harus dikeluarkan Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas nilai tukar dapat meningkat apabila tekanan dari pasar keuangan global terjadi secara bersamaan dengan lonjakan harga komoditas energi.

Selain itu, potensi risiko turunan berupa kenaikan imported inflation juga berisiko mempersempit ruang pelonggaran kebijakan moneter domestik ke depan.

Untuk periode perdagangan 31 Agustus hingga 4 September 2026, Syafruddin memproyeksikan rupiah bergerak dalam rentang dasar Rp 17.650 hingga Rp 17.950 per dolar AS dengan kecenderungan netral hingga sedikit melemah.

Apabila sinyal kebijakan The Fed cenderung lebih lunak dan harga minyak mereda, rupiah berpeluang menguji kisaran Rp 17.550–Rp 17.650 per dolar AS. Namun sebaliknya, jika yield Treasury naik dan harga minyak melambung, rupiah berisiko menembus Rp 17.950 hingga menguji level Rp 18.050 per dolar AS.

“Dengan CAD 3,3% PDB, sensitivitas rupiah terhadap kombinasi dolar kuat, minyak mahal, dan outflow kini lebih besar dibandingkan dengan beberapa bulan sebelumnya,” tutup Syafruddin.

Baca Juga: Rupiah Makin Kuat ke Rp 17.711 Per Dolar AS di Tengah Hari Ini (28/8)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×