kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.570.000   20.000   0,78%
  • USD/IDR 18.202   17,00   0,09%
  • IDX 5.282   16,18   0,31%
  • KOMPAS100 686   3,41   0,50%
  • LQ45 539   6,45   1,21%
  • ISSI 177   -2,03   -1,14%
  • IDX30 303   3,34   1,12%
  • IDXHIDIV20 406   6,22   1,56%
  • IDX80 79   0,40   0,52%
  • IDXV30 112   0,64   0,58%
  • IDXQ30 102   1,33   1,33%

Tarif PPh untuk emiten turun, begini respon pelaku pasar


Rabu, 04 September 2019 / 19:27 WIB
ILUSTRASI. Franciscus Welirang dan Direktur KONTAN Lukas Widjaja


Reporter: Yasmine Maghfira | Editor: Herlina Kartika Dewi

Sebelumnya, Kementerian Keuangan menyampaikan wacana baru mengenai Rancangan Undang-Undang (RUU) perpajakan. RUU itu ditujukan untuk pembaruan sejumlah beleid di tiga aturan perpajakan, yaitu Pajak Penghasilan (PPh), Pajak Penambahan Nilai (PPN), dan Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP).

Kabar tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati usai rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (3/9) kemarin.

Sri Mulyani menyatakan di dalam RUU tersebut juga akan mengatur penurunan tarif PPh badan secara bertahap dari 25% menjadi 20%. Pemangkasan tarif tersebut akan dimulai tahun 2021 mendatang.

Baca Juga: RUU perpajakan yang baru akan memasukkan seluruh insentif pajak

Tarif itu juga mendapat tambahan insentif ketika perusahaan bersedia melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Tarif pajak yang dijanjikan itu bisa mencapai 17%.

"Ini terutama untuk perusahaan yang baru go public di bursa bisa mendapatkan 3% lebih rendah dari tarif normal untuk lima tahun," kata Sri Mulyani.

Selain itu, pemerintah juga berencana menghapuskan PPh atas dividen dari dalam dan luar negeri. Hanya saja investasi yang ditanamkan harus berada dalam wilayah Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×