kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.592.000   20.000   0,78%
  • USD/IDR 17.918   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.094   62,48   1,04%
  • KOMPAS100 785   10,40   1,34%
  • LQ45 602   8,03   1,35%
  • ISSI 213   1,61   0,76%
  • IDX30 334   4,21   1,27%
  • IDXHIDIV20 427   4,86   1,15%
  • IDX80 90   1,14   1,28%
  • IDXV30 117   0,96   0,83%
  • IDXQ30 109   1,31   1,21%

Target Investasi Rp 2.900 Triliun pada 2027, Cek Rekomendasi Saham Kawasan Industri


Sabtu, 10 Oktober 2026 / 08:40 WIB
Target Investasi Rp 2.900 Triliun pada 2027, Cek Rekomendasi Saham Kawasan Industri
ILUSTRASI. Subang Smartpolitan (DOK/Surya Semesta Internusa)


Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Target investasi nasional sebesar Rp 2.900 triliun pada 2027 berpotensi menjadi katalis pertumbuhan emiten pengembang kawasan industri.

Namun, dampaknya terhadap kinerja perusahaan akan bergantung pada realisasi proyek baru dan kemampuan pengembang mengonversi permintaan lahan menjadi penjualan.

Pemerintah membidik pertumbuhan ekonomi sebesar 6% pada 2027 dengan mengandalkan peningkatan investasi. Sebagai gambaran, realisasi investasi nasional pada semester I-2026 mencapai Rp 1.010,6 triliun, tumbuh 7,2% secara tahunan (year-on-year/yoy).

Baca Juga: Dana Asing Kabur Rp 8,5 Triliun Karena Rebalancing MSCI, Cek Saham Rekomendasi Analis

Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia Adrian Djie menilai, target investasi tersebut berpotensi memperbesar peluang penjualan lahan industri.

Pasalnya, prapenjualan lahan biasanya menjadi salah satu indikator awal yang mencerminkan kebutuhan investor sebelum investasi direalisasikan dalam bentuk pembangunan fasilitas produksi.

"Target investasi sebesar Rp 2.900 triliun pada 2027 mengindikasikan pipeline pembelian lahan baru yang berpotensi mengalir ke emiten pengembang kawasan industri," ujar Adrian, Jumat (9/10/2026).

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menambahkan, peluang pertumbuhan sektor ini akan semakin besar jika kenaikan investasi diikuti pembangunan pabrik dan ekspansi kapasitas produksi.

Sejumlah sektor yang berpotensi mendorong permintaan lahan antara lain manufaktur, kendaraan listrik, baterai, pusat data, dan industri hilirisasi.

Meski demikian, manfaat pertumbuhan investasi nasional tidak akan dirasakan secara merata oleh seluruh emiten.

Baca Juga: Kinerja Emiten Properti Kawasan Industri Prospektif, Cek Saham Rekomendasi Analis

Pengembang yang memiliki cadangan lahan siap jual, lokasi strategis, infrastruktur memadai, serta akses ke kawasan tujuan investasi berpeluang lebih cepat membukukan penjualan dan pendapatan.

Karena itu, investor perlu mencermati pertumbuhan prapenjualan lahan, tingkat penyerapan lahan (land absorption), harga jual rata-rata, serta perkembangan infrastruktur di sekitar kawasan industri.

Pengumuman komitmen investasi saja belum cukup untuk memastikan peningkatan kinerja keuangan emiten.

Sentimen lain datang dari rencana Danantara menghapus biaya sewa lahan di kawasan industri milik negara mulai 2027 untuk menarik investor asing.

Kebijakan tersebut berpotensi meningkatkan daya tarik Indonesia sebagai tujuan investasi, tetapi juga dapat memperketat persaingan bagi pengelola kawasan industri swasta.

Adrian menilai, prospek emiten kawasan industri hingga 2027 masih moderat.

Sejumlah faktor pendukungnya meliputi relokasi pabrik ke Asia Tenggara, pembangunan infrastruktur penunjang seperti jalan tol dan pelabuhan, serta permintaan lahan dari sektor hilirisasi dan pusat data.

Baca Juga: IHSG Berpotensi Lanjutkan Koreksi di Awal Juni, Cek Saham Rekomendasi Analis

Sebaliknya, ketidakpastian tarif dan perdagangan global berpotensi membuat investor menunda ekspansi. Pelemahan rupiah juga dapat meningkatkan biaya impor mesin dan bahan baku, sementara ketidakpastian ekonomi global berisiko menahan realisasi investasi.

Nafan turut mengingatkan adanya perbedaan waktu antara pembelian lahan oleh investor dan pengakuan pendapatan dalam laporan keuangan.

 

Dengan demikian, kenaikan penjualan lahan tidak selalu langsung tercermin dalam pendapatan pada periode yang sama.

Di tengah peluang dan tantangan tersebut, Adrian dan Nafan sama-sama merekomendasikan saham PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA).

Nafan memberikan rekomendasi akumulasi beli dengan target harga Rp 2.010 per saham, sedangkan Adrian merekomendasikan trading buy dengan target harga Rp 1.775 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU

[X]
×