Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Noverius Laoli
Sentimen lain datang dari rencana Danantara menghapus biaya sewa lahan di kawasan industri milik negara mulai 2027 untuk menarik investor asing.
Kebijakan tersebut berpotensi meningkatkan daya tarik Indonesia sebagai tujuan investasi, tetapi juga dapat memperketat persaingan bagi pengelola kawasan industri swasta.
Adrian menilai, prospek emiten kawasan industri hingga 2027 masih moderat.
Sejumlah faktor pendukungnya meliputi relokasi pabrik ke Asia Tenggara, pembangunan infrastruktur penunjang seperti jalan tol dan pelabuhan, serta permintaan lahan dari sektor hilirisasi dan pusat data.
Baca Juga: IHSG Berpotensi Lanjutkan Koreksi di Awal Juni, Cek Saham Rekomendasi Analis
Sebaliknya, ketidakpastian tarif dan perdagangan global berpotensi membuat investor menunda ekspansi. Pelemahan rupiah juga dapat meningkatkan biaya impor mesin dan bahan baku, sementara ketidakpastian ekonomi global berisiko menahan realisasi investasi.
Nafan turut mengingatkan adanya perbedaan waktu antara pembelian lahan oleh investor dan pengakuan pendapatan dalam laporan keuangan.
Dengan demikian, kenaikan penjualan lahan tidak selalu langsung tercermin dalam pendapatan pada periode yang sama.
Di tengah peluang dan tantangan tersebut, Adrian dan Nafan sama-sama merekomendasikan saham PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA).
Nafan memberikan rekomendasi akumulasi beli dengan target harga Rp 2.010 per saham, sedangkan Adrian merekomendasikan trading buy dengan target harga Rp 1.775 per saham.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














