kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.870   -65,00   -0,36%
  • IDX 5.821   -75,34   -1,28%
  • KOMPAS100 752   -12,33   -1,61%
  • LQ45 573   -10,72   -1,84%
  • ISSI 201   -1,70   -0,84%
  • IDX30 325   -6,09   -1,84%
  • IDXHIDIV20 401   -6,69   -1,64%
  • IDX80 86   -1,38   -1,59%
  • IDXV30 108   -1,25   -1,14%
  • IDXQ30 105   -1,88   -1,76%

Tanggapi Isu Merger, GoTo Komitmen Ikuti Arahan Pemerintah


Senin, 10 November 2025 / 20:03 WIB
Tanggapi Isu Merger, GoTo Komitmen Ikuti Arahan Pemerintah
ILUSTRASI. Dok. GoTo


Reporter: Tim KONTAN | Editor: Indah Sulistyorini

KONTAN.CO.ID - Jakarta - PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menegaskan komitmennya untuk mengikuti upaya berkelanjutan pemerintah dalam memperkuat ekosistem digital nasional. Hal tersebut diungkapkan perusahaan menanggapi santernya isu terkait potensi penggabungan atau transaksi antara GoTo dan Grab yang sebelumnya beredar di media.

R.A Koesoemohadiani, Direktur Legal dan Group Corporate Secretary GoTo mengungkapkan hal tersebut dalam pernyataan resminya, Senin sore (10/11/2025). GoTo mengatakan bahwa hingga
saat ini belum ada kesepakatan terkait hal tersebut.

“Menanggapi spekulasi media terkait potensi transaksi antara GoTo dan Grab, GoTo menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ada suatu keputusan ataupun kesepakatan terkait hal tersebut. GoTo berkomitmen untuk senantiasa mendukung arahan dan kebijakan Pemerintah,” ungkap Koesoemohadiani.

GoTo menegaskan fokus perusahaan untuk menciptakan nilai jangka panjang untuk pemegang saham dan seluruh ekosistem GoTo. Perusahaan juga akan terus mendukung dan mematuhi kebijakan serta regulasi pemerintah demi terwujudnya industri yang efisien, adil, dan berkelanjutan.

“Setiap langkah yang diambil oleh GoTo akan senantiasa patuh terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi perusahaan publik, dengan tetap memprioritaskan penciptaan nilai jangka panjang bagi pemegang saham serta menjaga kepentingan terbaik bagi mitra pengemudi, mitra UMKM, pelanggan, serta seluruh pemangku kepentingan,” ungkap
Koesoemohadiani.

Sebelumnya Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi mengungkapkan adanya potensi penggabungan antara dua perusahaan aplikator ride-hailing, yakni GoTo dan Grab. Prasetyo mengatakan hal ini merupakan hasil pertemuan antara Grab dan GoTo bersama Presiden.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×