kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.788.000   -12.000   -0,43%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Tambang emas milik Ancora Indonesia (OKAS) akan beroperasi pada 2021


Rabu, 27 November 2019 / 08:55 WIB


Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rencana pembukaan tambang emas PT Ancora Indonesia Resources Tbk (OKAS) masih terus bergulir. Guna mengembangkan bisnis lini bisnis non-peledak, emiten berkode saham OKAS ini sudah membeli 100% saham milik Southerm Arc Mineral Inc pemilik Indotan Lombok Pte, Ltd.

Berdasarkan catatan Kontan.co.id, per September 2019 tambang emas ini masih dalam tahap pengurusan Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH).

Baca Juga: Ini strategi Ancora Indonesia (OKAS) dongkrak kinerja hingga akhir tahun

Berselang dua bulan, ternyata pembukaan tambang emas ini masih dalam tahap IPPKH. Direktur Utama Ancora Indonesia Resources Rolaw P. Samosir mengatakan, jadwal dari pembukaan tambang ini memang mengalami keterlambatan dari jadwal semula.

"Saat ini masih dalam pengurusan IPPKH, memang agak terlambat skedul penyelesaiannya," ujar Rolaw kepada Kontan.co.id, Selasa (26/11).

Rolaw mengatakan, keterlambatan ini diakibatkan oleh adanya beberapa data yang harus diperiksa ulang. Rolaw memastikan, tahap IPPKH akan selesai setidaknya pada minggu kedua bulan Desember 2019.

Baca Juga: Tambang Batubara Memicu Bisnis Bahan Peledak Ancora Indonesia Resources (OKAS)

Setelah tahap IPPKH selesai, tambang emas OKAS akan memasuki tahap penetapan Tata Batas Areal IPPKH dan Penetapan Areal Kerja. Kedua tahap ini  dijadwalkan akan selesai pada pertengahan Februari 2020.

Untuk diketahui, ada tiga prospek site yang akan digarap Ancora Indonesia, yakni Raja, Macanggah, dan Selodong dengan luas total sekitar 10.088 hektare. Kontan.co.id mencatat, guna mempersiapkan bisnis ini, OKAS membutuhkan dana kurang lebih US$ 25 juga hingga US$ 30 juta.

Dari ketiga situs tersebut, Rolaw membenarkan site Raja adalah yang akan pertama kali digarap. Site Raja memiliki cadangan emas sebanyak 322.000 ons troi.

Baca Juga: OKAS tahun depan bakal garap tambang emas di Lombok Barat

Sementara untuk total cadangan emas keseluruhan, Rolaw mengatakan pihaknya masih akan melakukan proses drilling lagi. "Untuk sesuai dengan JORC report. Akan kami lakukan setelah IPPKH selesai," lanjutnya.

Adapun  Rolaw mengatakan, dengan keterlambatan timeline yang dialami, tambang emas OKAS akan beroperasi pada dua tahun mendatang, tepatnya pada kuartal III sampai kuartal IV 2021.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×