Reporter: Yuliana Hema | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) telah menuntaskan penambahan kapasitas pada pembangkit listrik Wayang Windu Unit 1 dan Unit 2 yang dioperasikan oleh anak usahanya, yaitu Star Energy Geothermal.
Untuk Unit 1, ruang lingkup pekerjaan meliputi penggantian rotor turbin uap, diafragma dan peralatan bantu terkait, penggantian satu set lengkap menara pendingin termasuk struktur dan peralatan berbahan fiberglass reinforced polymer, serta penggantian impeller pompa hot well, motor dan aksesorisnya.
Sementara untuk Unit 2 melibatkan penggantian rotor turbin uap, diafragma dan peralatan bantu terkait, penggantian peralatan dan komponen internal menara pendingin, serta penggantian impeller pompa hot well, motor, dan aksesorisnya.
Baca Juga: Kembangkan Proyek Panas Bumi, Anak Usaha BREN Gandeng SLB
Adapun Commercial Operation Date (COD) kedua unit ini juga tercapai lebih cepat dari jadwal, dengan rata rata sekitar 20 hari lebih awal dari tanggal target masing-masing unit.
Sekadar mengingatkan, saat menggelar penawaran umum saham perdana alias Initial Public Offering (IPO) di Oktober 2023, kapasitas terpasang panas bumi BREN mencapai 886 MegaWatt (MW).
Lalu, BREN melakukan serangkaian peningkatan kapasitas melalui retrofitting maupun unit Salak Binary dengan tambahan total kapasitas sebesar 40 MW sehingga mencapai keseluruhan saat ini 926 MW.
BREN juga tengah menggarap proyek lainnya, yaitu pembangunan unit baru untuk Salak unit 7 sebesar 40 MW, Wayang Windu unit 3 sebesar 30 MW dan penambahan kapasitas Darajat unit 3 sebesar 7 MW, semuanya ditargetkan tuntas akhir 2026.
Presiden Direktur Barito Renewables Energy Hendra Soetjipto Tan mengatakan dengan selesainya proyek-proyek ini, BREN akan mengoperasikan 1 GigaWatt (GW) kapasitas panas bumi serta 79 MW kapasitas tenaga bayu pada akhir 2026.
“Kami berada dalam posisi yang sangat baik untuk merealisasikan target 1 GW kapasitas terpasang panas bumi. Ini menjadi tahapan penting bagi kami dalam mengantarkan energi baru terbarukan,” tulisnya dalam keterbukaan informasi, Selasa (3/3/2026).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













