Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Swayasa Prakarsa Tbk (SWAP) bersiap mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Calon emiten yang bergerak di sektor manufaktur produk kesehatan berbasis riset ini akan segera menggelar penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO). Pencatatan sahamnya dijadwalkan pada 10 September 2026.
Dalam aksi korporasi ini, Swayasa Prakarsa menawarkan 323 juta saham baru, setara dengan 30,30% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO rampung dilaksanakan. Perusahaan ini mematok harga penawaran awal di kisaran Rp 130 sampai Rp 140 per saham. Dengan begitu, dana segar yang berpotensi diraup bisa mencapai sekitar Rp 45,22 miliar.
Direktur Utama PT Swayasa Prakarsa Tbk, Bondan Ardiningtyas, mengatakan perusahaan membawa model bisnis yang menggabungkan riset, inovasi, manufaktur, dan komersialisasi produk kesehatan, sebuah segmen yang dinilai memiliki ruang pertumbuhan seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap produk kesehatan.
Baca Juga: Bookbuilding IPO Saham SWAP Berakhir Besok (27/8), Apakah Calon Emiten Ini Layak Beli
Berangkat dari ekosistem Universitas Gadjah Mada (UGM), kata Bondan, SWAP mengembangkan berbagai produk yang mencakup alat kesehatan, produk herbal, hingga pangan fungsional. “Model tersebut memberikan karakter tersendiri bagi perusahaan di tengah berkembangnya industri kesehatan nasional,” ujar Bondan dalam keterangannya, Senin (31/8/2026).
Bondan menyebut kinerja perseroan sepanjang semester I 2026 cukup menggembirakan. Pendapatan tumbuh sekitar 77% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada periode yang sama, kerugian bersih juga berhasil ditekan secara signifikan. Hanya saja, ia tak merinci angkanya.
Pertumbuhan pendapatan tersebut menjadi indikasi bahwa bisnis perseroan mulai menemukan momentum. Namun, ia melihat tantangan berikutnya adalah bagaimana pertumbuhan tersebut dapat dikonversikan menjadi profitabilitas yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Baca Juga: Segera IPO, Cermati Prospek Swayasa Prakarsa (SWAP)
Bondan menanmbahkan, rencana penawaran umum saham menjadi bagian penting dari strategi pengembangan SWAP. Dana hasil IPO akan digunakan antara lain untuk modal kerja, pengembangan produk dan fasilitas, pemasaran, serta pembayaran kewajiban perseroan.
“Bagi SWAP, masuk ke pasar modal juga membuka peluang untuk meningkatkan kapasitas bisnis sekaligus memperkuat posisi perusahaan di industri healthcare,” ujarnya.
SWAP memiliki prospek menarik berkat sektor healthcare, inovasi berbasis riset, dan pertumbuhan pendapatan yang kuat. Namun, tantangan utamanya adalah membuktikan pertumbuhan tersebut mampu menghasilkan laba, efisiensi, dan arus kas yang sehat secara berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














