kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

SUN FR0072 paling laris di pasaran kemarin


Kamis, 09 Maret 2017 / 11:13 WIB


Reporter: Umi Kulsum | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Volume perdagangan Surat Utang Negara (SUN) yang dilaporkan pada perdagangan kemarin mengalami peningkatan dibandingkan dengan volume perdagangan sebelumnya, yaitu senilai Rp 12,07 triliun dari 44 seri SUN yang diperdagangkan.

"Hal tersebut mengindikasikan bahwa pelaku pasar cukup aktif melakukan transaksi perdagangan seiring dengan kenaikan harga Surat Utang Negara di pasar sekunder," papar Analis Fixed Income MNC Securities I Made Adi Saputra.

Adapun volume perdagangan SUN seri acuan yang dilaporkan senilai Rp 4,34 triliun. Obligasi Negara seri FR0072 menjadi Surat Utang Negara dengan volume perdagangan terbesar, senilai Rp 1,49 triliun dari 141 kali transaksi di harga rata-rata 102,83%. Kemudian diikuti oleh perdagangan Obligasi Negara seri FR0053 senilai Rp 1,48 triliun dari 67 kali transaksi di harga rata-rata 103,88%.

Sementara itu, dari perdagangan obligasi korporasi, volume perdagangan yang dilaporkan senilai Rp 800,85 miliar dari 39 seri obligasi korporasi yang diperdagangkan.

Obligasi Berkelanjutan III Adira Finance Tahap III Tahun 2016 Seri B (ADMF03BCN3) menjadi obligasi korporasi dengan volume perdagangan terbesar, senilai Rp 95 miliar dari 1 kali transaksi di harga 101,99%. Lalu, diikuti perdagangan Obligasi Berkelanjutan I Sarana Multi Infrastruktur Tahap I Tahun 2016 Seri A (SMII01ACN1) senilai Rp 90 miliar dari 2 kali transaksi di harga rata-rata 100,165%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×