kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.733.000   -10.000   -0,36%
  • USD/IDR 18.030   -170,00   -0,93%
  • IDX 5.747   404,51   7,57%
  • KOMPAS100 759   60,97   8,73%
  • LQ45 569   42,24   8,01%
  • ISSI 197   12,24   6,63%
  • IDX30 323   24,38   8,17%
  • IDXHIDIV20 398   27,88   7,53%
  • IDX80 86   6,64   8,36%
  • IDXV30 108   6,11   5,97%
  • IDXQ30 104   7,83   8,16%

Sumber Alfaria Trijaya (AMRT) Andalkan 1.000 Gerai Baru untuk Genjot Kinerja 2026


Selasa, 09 Juni 2026 / 15:22 WIB
Sumber Alfaria Trijaya (AMRT) Andalkan 1.000 Gerai Baru untuk Genjot Kinerja 2026
ILUSTRASI. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk AMRT (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Alya Fathinah | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) diproyeksi dapat mempertahankan pertumbuhan bisnis pada 2026 ditopang oleh ekspansi gerai, penguatan penetrasi di luar Pulau Jawa, serta peningkatan kontribusi kanal digital.

Pada kuartal I-2026, AMRT membukukan laba bersih sebesar Rp 1,07 triliun, naik 10,29% secara tahunan atau year on year (YoY). Di saat yang sama, perseroan mencatatkan pendapatan sebesar Rp 35,24 triliun

Analis OCBC Sekuritas, Jessica Leonardy, mencatat manajemen AMRT menargetkan pertumbuhan pendapatan pada kisaran satu digit tinggi (high single digit) pada 2026. Target tersebut ditopang oleh pertumbuhan penjualan gerai yang sama (same store sales growth/SSSG) sebesar 4%–5%, pembukaan sekitar 1.000 gerai baru, serta peningkatan kontribusi penjualan online.

Baca Juga: Tower Bersama (TBIG) Tebar Dividen Tunai Rp 1,05 Triliun dari Laba Tahun 2025

Adapun rencana penambahan gerai baru terdiri dari sekitar 800 gerai Alfamart, 200 gerai Alfamidi, serta 30–40 gerai Dan+Dan.

Menurut Jessica, wilayah luar Jawa menjadi salah satu motor pertumbuhan utama AMRT. Kontribusi pendapatan dari luar Jawa meningkat menjadi 39,2% pada 2025, dibandingkan 36,7% pada tahun sebelumnya. Porsi tersebut bahkan telah melampaui kontribusi wilayah Jawa di luar Jabodetabek yang sebesar 36,8%.

"Tren ini didukung oleh ekspansi jaringan yang berkelanjutan dengan jaringan toko di luar Jawa telah berkembang dengan CAGR 5 tahun sebesar 10,2%, jauh di atas CAGR Perusahaan secara keseluruhan sebesar 6,8%," tulis Jessica pada riset tanggal 28 April 2026. 

Baca Juga: Steel Pipe Industry (ISSP) Bagikan Dividen Rp 20 per Saham dari Laba Tahun 2025

Selain ekspansi gerai, kanal digital juga mulai memainkan peran yang lebih besar. Jessica mencatat nilai transaksi rata-rata melalui kanal online saat ini mencapai dua kali lipat transaksi di gerai fisik. Perseroan juga tengah mengkaji monetisasi tambahan melalui biaya pengiriman untuk membantu menutup biaya logistik.

Senada, Analis UBS Sekuritas Indonesia Alex Manoonpol menyebut manajemen menargetkan kontribusi penjualan online melalui aplikasi Alfagift mencapai sekitar 10% dari total pendapatan pada akhir 2026. Angka tersebut meningkat dibandingkan kontribusi sekitar 8% pada 2025.

Di sisi lain, AMRT belum berencana menambah pusat distribusi (distribution center/DC) baru. Perseroan akan memprioritaskan perbaikan fasilitas distribusi tertua di Cikarang serta perluasan kapasitas secara selektif di Jambi.

Langkah tersebut sejalan dengan alokasi belanja modal (capital expenditure/capex) grup sebesar Rp 6 triliun–Rp 6,5 triliun yang mayoritas akan digunakan untuk pembukaan toko baru dan perpanjangan masa sewa.

Dari sisi rekomendasi, Jessica mempertahankan rekomendasi buy untuk saham AMRT dengan target harga Rp 2.200 per saham. Sementara itu, Alex merekomendasikan buy dengan target harga Rp 2.300 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×