Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.455
  • EMAS663.000 -0,30%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Sumber Alfaria (AMRT) ditopang konsumsi dan fee based income

Jumat, 21 Desember 2018 / 06:31 WIB

Sumber Alfaria (AMRT) ditopang konsumsi dan fee based income
ILUSTRASI. BISNIS RETAIL ALFAMART

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Memasuki tahun politik, bisnis ritel minimarket diprediksikan tetap ketiban untung. Tak terkecuali PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk yang kinerjanya masih mentereng di tahun 2019.

Apalagi, perusahaan yang memiliki kode saham AMRT ini bakal gencar ekspansi dengan menambah gerai anyar. Perusahaan memang menargetkan 500 gerai baru di tahun 2019 dengan fokus pembukaan pada stasiun MRT.


Analis RHB Sekuritas Michael Setjoadi mengatakan, prospek bisnis sektor ritel minimarkert memang menggiurkan. Maklum, produk yang dijual merupakan kebutuhan sehari-hari yang selalu dicari orang. "Jadi kalaupun kondisi politik tahun depan dan pergerakan rupiah tak menentu, tetap saja orang masih ke toko untuk membeli barang sehari-hari," kata dia, Kamis (20/12).

Analis MNC Sekuritas Victoria Venny menambahkan, kini tren konsumsi masyarakat cenderung bergeser dari peritel modern besar ke ritel minimarket. Kedekatan jarak dan lebih praktis menjadi pertimbangan.

Apalagi tahun depan, ada penambahan subsidi untuk Program Keluarga Harapan (PKH) yang dapat mengerek konsumsi masyarakat.

Pemasukan lain-lain

Untuk menopang kinerja tahun depan, Michael yakin pos fee based income bakal berkontribusi besar. "Hitungannya, kontribusi fee based income ke profit mencapai 60%," ujar dia.

Fee based income yang di dapat AMRT karena perusahaan mulai mengambil celah menjadi agen pembayaran untuk listrik, air, BPJS Kesehatan, maupun pembelian pulsa. "Fee sekitar Rp 1.000 sampai Rp 5.000 itu akan langsung masuk ke profit perusahaan," tambah Michael.

Tak hanya fee based income, biaya untuk jasa penitipan barang ataupun kemitraan dengan startup e-commerce juga turut menjadi katalis positif kinerja AMRT. Contohnya gerai Alfamart masuk dalam jejaring marketplace.

Ada pula tambahan pendapatan dari pengguna Go-Jek ataupun pengemudi ojek daring yang melakukan isi ulang. Setiap transaksi melalui go-pay dikenakan biaya Rp 2.000 sebagai administrasi dan masuk ke laba bersih AMRT. "Jadi kalau dilihat, biaya lain-lain di luar transaksi pembelian produk biasa mampu menyokong pendapatan dan laba bersih AMRT lebih tinggi," tandasnya.

Dia pun memprediksikan, pendapatan AMRT di tahun depan bisa mencapai Rp 75,04 triliun dengan laba bersih Rp 659 miliar. Alhasil, Michael merekomendasikan beli saham AMRT dengan target harga Rp 1.000.

Sedangkan Venny dan analis Sucor Sekuritas Fransisca Putri menyarankan hold dengan target harga masing-masing Rp 890 dan Rp 750 per saham.


Reporter: Jane Aprilyani
Editor: Wahyu Rahmawati
Video Pilihan

TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.0419 || diagnostic_web = 0.2976

Close [X]
×