kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Suku bunga turun, properti-perbankan bisa moncer


Rabu, 23 Agustus 2017 / 20:58 WIB


Reporter: Dede Suprayitno | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - Turunnya suku bunga acuan 7-day reverse repo rate (7DRR) berpengaruh terhadap industri. Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) menurunkan suku bunga acuan 25 basis poin (bps) menjadi 4,5% dari sebelumnya 4,75%.

Bertoni Rio, Senior Analyst Research Division Anugrah Securindo Indah menyatakan, perbankan dan properti akan terpengaruh. Namun, menurut dia, pemangkasan suku bunga tersebut dalam beberapa bulan ke depan belum menarik. "Apalagi properti sudah jenuh, dan PE sudah terlalu mahal," kata Bertoni saat ditemui KONTAN di Jakarta, Rabu (23/8).

Pasar properti yang masih lesu juga menjadi sinyal negatif terhadap suku bunga sebelumnya yang berada di level 4,75%. Beberapa emiten tidak mencapai marketing sales yang ditargetkan. Rata-rata marketing sales tertinggi hanya 40%. "Ini mengindikasikan pangsa pasar belum menyerap properti dengan level 4,75%," lanjutnya.

Oleh karenanya, pembuktian efek dari pemangkasan itu terhadap sektor properti akan nampak pada kuartal tiga. Sementara itu, bank-bank besar yang mengandalkan margin bunga juga akan tertekan. 

Pasalnya bila bunga bank kecil, maka pendapatan bunganya juga kecil. "Tapi biasanya suku bunga turun, dua sektor ini yang merespon naik," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×