kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.764.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.680   99,00   0,56%
  • IDX 6.599   -124,08   -1,85%
  • KOMPAS100 874   -18,96   -2,12%
  • LQ45 651   -6,79   -1,03%
  • ISSI 238   -4,84   -1,99%
  • IDX30 369   -2,15   -0,58%
  • IDXHIDIV20 456   0,25   0,05%
  • IDX80 100   -1,80   -1,77%
  • IDXV30 128   -1,20   -0,93%
  • IDXQ30 119   -0,20   -0,17%

Suku bunga turun, ini instrumen yang menarik untuk pendanaan emiten


Jumat, 23 Agustus 2019 / 19:22 WIB
ILUSTRASI. Bursa Efek Indonesia


Reporter: Benedicta Prima | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dalam dua bulan ini, suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) telah turun 50 basis poin (bps) menjadi 5,5%. Ini sejalan dengan respon berbagai negara yang melakukan stimulus fiskal dan memperlonggar kebijakan moneter. 

Beberapa analis melihat pemangkasan suku bunga membuat obligasi dan saham menjadi lebih prospektif. Dengan begitu, bisa jadi ini kesempatan bagi para emiten untuk menerbitkan obligasi korporasi sebagai salah satu instrumen pendanaan. 

Baca Juga: IHSG terkoreksi 0,49% pekan ini, banyak dipengaruhi sentimen suku bunga The Fed

"Rights issue dan obligasi lebih cocok untuk pendanaan, karena saat ini relatif lebih menguntungkan dengan penurunan suku bunga," jelas analis Panin Sekuritas William Hartanto, Jumat (23/8). 

Analis Senior Anugerah Sekuritas Bertoni Rio juga menyebutkan penerbitan obligasi dan Dinfra menjadi alternatif yang bisa dipilih emiten karena cukup menarik setelah penurunan suku bunga. 

"Dua instrumen itu cukup menarik untuk jangka panjang dan ada momen suku bunga murah," jelas dia. 

Baca Juga: OJK: Di tengah lesunya ekonomi global, pasar modal Indonesia masih diminati

Di sisi lain, perbankan juga sedang berhati-hati dalam menyalurkan pinjaman karena takut gagal bayar alias kredit macet. "Bank saat ini cenderung hold untuk pinjaman," ujarnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×