kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.614.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.940   -67,00   -0,37%
  • IDX 6.176   67,33   1,10%
  • KOMPAS100 814   12,72   1,59%
  • LQ45 622   13,33   2,19%
  • ISSI 212   0,39   0,18%
  • IDX30 351   8,04   2,34%
  • IDXHIDIV20 438   9,47   2,21%
  • IDX80 93   1,54   1,68%
  • IDXV30 117   0,44   0,38%
  • IDXQ30 113   2,94   2,65%

Suku Bunga AS Bakal Turun, Bagaimana Dampaknya Bagi Obligasi di Indonesia?


Minggu, 10 Maret 2024 / 06:10 WIB
Suku Bunga AS Bakal Turun, Bagaimana Dampaknya Bagi Obligasi di Indonesia?
ILUSTRASI. Obligasi.


Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Tendi Mahadi

"Dari sisi domestik, rupiah yang relatif stabil, cadangan devisa yang terjaga, serta langkah Bank Indonesia dalam melakukan pembelian di pasar SBN juga membawa sentimen positif," paparnya.

Dus, Sucorinvest memperkirakan target yield SBN 10 tahun di semester I 2024 di angka 6,5%-6,7%, dan akhir tahun 2024 di angka 6,2%-6,4%.

Dari berbagai hal itu, Alvaro berpandangan investor ritel akan lebih nyaman di tenor pendek dengan yield yang tidak jauh berbeda dengan tenor panjang. Berdasarkan IBPA, saat ini yield tenor 10 tahun di level 6,68% dan tenor 3 tahun di 6,37%. Artinya, terdapat spread 31 basis poin.

"Kami berekspektasi akan terjadi penurunan yield tenor pendek sehingga spread dapat melebar yang sejalan dengan penurunan suku bunga moneter di pertengahan tahun. Meskipun begitu, investor yang lebih high risk juga dapat memperoleh apresiasi harga yang lebih tinggi apabila yield jangka panjang mengalami penurunan (duration effect)," imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×