kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.819.000   -17.000   -0,93%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Sukses pikat pasar, GBP/USD bakal lanjut hijau


Minggu, 18 Agustus 2019 / 17:46 WIB
Sukses pikat pasar, GBP/USD bakal lanjut hijau
ILUSTRASI. Uang Poundsterling Inggris


Reporter: Intan Nirmala Sari | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Daya tarik mata uang poundsterling diyakini masih akan berlanjut pada perdagangan pekan depan. Mengingat pekan lalu, pasangan GBP sukses menguat terhadap kurs USD sebanyak 0,50% ke level 1.2149, mengutip Bloomberg Jumat (16/8).

Analis Finex Berjangka Nanang Wahyudi mengatakan, penguatan pasangan GBP/USD dikarenakan sikap pelaku pasar yang terpikat sentimen poundsterling, dengan mengesampingkan pesimisme terhadap proses keluarnya Inggris dari Uni Eropa (UE) atau Brexit yang bakal diputuskan 31 Oktober 2019. 

"Penguatan terjadi sejak kemarin dan diperkirakan akan berlanjut hingga kali ini," jelas Nanang kepada Kontan Jumat (16/8).

Sebagaimana diketahui, pekan lalu Negeri Ratu Elisabeth merilis data penjualan ritel dengan hasil di atas ekspektasi sekaligus membangkitkan sentimen. Penjualan ritel Inggris Juli 2019 tercatat naik 0,2% dari perkiraan sebelumnya yang memprediksi penurunan 0,3% dari sebelumnya naik 0,9%. 

Baca Juga: Yen Jepang tertekan, dollar AS diprediksi masih berlanjut menguat

Dengan begitu, penjualan ritel tahunan untuk Juli 2019 juga tercatat naik 3,3% dari perkiraan 2,6%, dimana sebelumnya 3,8%. 

Namun, Nanang mengungkapkan penguatan pasangan GBP/USD bersifat sementara, karena faktor Brexit masih menghantui pergerakan poundsterling. Di samping itu, kondisi sentimen global baik perang dagang antara AS dan China, serta apresiasi yuan masih akan mempengaruhi gerak pasangan kurs tersebut.

Sebagai informasi, awal perdagangan pekan lalu poundsterling sempat menyentuh level terendahnya sejak Januari 2017. Flash Crash pernah dialami poundsterling pada 7 Oktober 2016, yang sempat anjlok ke 1.1450. 

Baca Juga: Trump hapus daftar produk peralatan bayi asal China dari pengenaan tarif 10%


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×