kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45697,73   -32,02   -4.39%
  • EMAS946.000 -1,77%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Sudah melemah delapan hari, rupiah diprediksi kembali loyo di akhir pekan


Kamis, 27 Februari 2020 / 16:40 WIB
Sudah melemah delapan hari, rupiah diprediksi kembali loyo di akhir pekan
ILUSTRASI. Rupiah berada di tren bearish

Reporter: Anna Suci Perwitasari | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rupiah tak bertenaga. Kamis (27/2), rupiah di pasar spot melemah dan kembali ke atas Rp 14.025 per dolar Amerika Serikat (AS).

Artinya, rupiah hari ini melemah 0,61% dibanding penutupan Rabu (26/2) di 13.940 per dolar AS. Ini juga membuat mata uang Garuda sudah melemah selama delapan hari berturut-turut. 

Sentimen negatif bagi mata uang Garuda masih datang dari dampak penyebaran virus corona di luar China. Selain sudah berkembang di Korea Selatan, Italia dan Iran, kini virus corona juga telah sampai ke Benua Amerika. Setelah AS dan Brasil mengkonfirmasi kasus baru virus corona. 

"AS mengkonfirmasi kemungkinan penyebaran komunitas pertama dari virus corona di negara tersebut. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mengatakan seorang pasien di California yang tidak memiliki riwayat perjalanan ternyata terinfeksi virus corona," jelas Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim, Kamis (27/2).

Baca Juga: Rupiah hari ini ditutup melemah 0,61% ke level Rp 14.025 per dolar AS

Selain itu, Bank of Korea secara tak terguna memilih mempertahankan suku bunga walau jumlah kasus virus corona di Korea Selatan membludak mencapai 1.595 kasus. 

Di sisi lain, walau di Indonesia tidak terdapat kasus virus corona, namun ekonomi Indonesia diprediksi bakal terpukul. Bank Indonesia (BI) memprediksi, pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2020 berada di bawah 5%. 

"Hari ini, BI juga terlihat melakukan intervensi di pasar valas dan obligasi di perdagangan DNDF," lanjut Ibrahim. Tetapi intervensi ini tak mampu membuat rupiah bertenaga. 

Karena itu, Ibrahim memperkirakan, dalam perdagangan Jumat (28/2), rupiah masih melemah dalam range Rp 13.960-Rp 14.060 per dolar AS.

Selain itu, pelemahan rupiah hari ini menjadi yang terbesar di antara mata uang lainnya di kawasan. Mengingat mayoritas mata uang di Asia berada di zona hijau.

Selain rupiah, won Korea juga turun tipis 0,02%. Menyusul, dolar Hong Kong yang melemah 0,01%.

Baca Juga: IHSG anjlok 2,69% ke 5.535 pada akhir perdagangan Kamis (27/2)

Sementara itu, ringgit Malaysia menjadi mata uang dengan penguatan terbesar hingga 0,52%. Menyusul, peso Filipina yang naik 0,50%. 

Kemudian, baht Thailand yang terapresiasi 0,38%. Kemudian ada yen Jepang dan dolar Taiwan yang masing-masing naik 0,33% dan 0,30%. 

Dolar Singapura pun terangkat 0,22%. Yuan China dan rupee India juga terapresiasi masing-masing 0,15% dan 0,03%. 




TERBARU

Close [X]
×