Penulis: Muhammad Alief Andri | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) atau Surge kian agresif menggarap pasar fixed broadband melalui peluncuran layanan internet rumah berbasis Wi-Fi 7, Starlite Super.
Layanan ini menawarkan kecepatan hingga 2 Gbps dengan harga Rp 250.000 per bulan. Selain itu, perseroan juga menghadirkan paket Internet Rakyat (IRA) seharga Rp 100.000 per bulan guna memperluas penetrasi pasar.
Analis menilai strategi harga agresif ini berpotensi mempercepat akuisisi pelanggan, terutama di segmen yang sensitif terhadap harga.
Baca Juga: IHSG Rawan Terkoreksi, Simak Rekomendasi Saham RAJA, SMDR, dan WIFI
Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia Abdul Azis Setyo Wibowo mengatakan, langkah tersebut membuka peluang bagi WIFI untuk menggerus pangsa pasar pemain besar di industri fixed broadband.
“Strategi harga agresif berpotensi membantu WIFI mempercepat akuisisi pelanggan, terutama di segmen pasar yang sensitif terhadap harga dan wilayah dengan penetrasi fixed broadband yang masih rendah,” ujarnya kepada Kontan, Jumat (17/7/2026).
Dari sisi produk, peluncuran layanan Wi-Fi 7 dinilai menjadi nilai tambah, khususnya bagi segmen dengan kebutuhan internet berkecepatan tinggi.
“Peluncuran layanan Wi-Fi 7 dengan kecepatan hingga 2 Gbps dapat menjadi daya tarik bagi segmen rumah tangga dengan kebutuhan bandwidth tinggi, seperti gaming dan streaming,” jelasnya.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa faktor harga, stabilitas koneksi, dan layanan purna jual masih menjadi pertimbangan utama konsumen dibandingkan sekadar kecepatan.
Baca Juga: Surge (WIFI) Resmi Meluncurkan Internet Rakyat, BRI Danareksa Rekomendasikan Buy
Lebih lanjut, Azis menilai kombinasi produk premium dan paket terjangkau berpotensi memperluas basis pelanggan serta meningkatkan pendapatan berulang (recurring revenue).
“Kombinasi produk premium dan paket terjangkau berpotensi memperluas basis pelanggan dan meningkatkan recurring revenue. Namun, kontribusi terhadap laba bersih kemungkinan belum optimal dalam jangka pendek,” tambahnya.
Hal ini tidak lepas dari posisi WIFI yang masih berada dalam fase ekspansi dengan kebutuhan belanja modal (capex) dan biaya akuisisi pelanggan yang cukup besar.
“Pertumbuhan pendapatan diperkirakan lebih cepat dibandingkan pertumbuhan laba,” ungkapnya.













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_24062609492500.jpg)
