kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.799.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.900   47,00   0,26%
  • IDX 6.127   -2,81   -0,05%
  • KOMPAS100 807   -1,47   -0,18%
  • LQ45 611   -9,23   -1,49%
  • ISSI 216   0,35   0,16%
  • IDX30 348   -6,56   -1,85%
  • IDXHIDIV20 426   -11,92   -2,72%
  • IDX80 93   -0,89   -0,95%
  • IDXV30 118   -2,46   -2,04%
  • IDXQ30 112   -2,96   -2,59%

Surge (WIFI) Resmi Meluncurkan Internet Rakyat, BRI Danareksa Rekomendasikan Buy


Minggu, 31 Mei 2026 / 12:42 WIB
Surge (WIFI) Resmi Meluncurkan Internet Rakyat, BRI Danareksa Rekomendasikan Buy
ILUSTRASI. PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI), Internet Rakyat (KONTAN/Rashif Usman)


Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) resmi meluncurkan layanan internet rumah nirkabel (Fixed Wireless Access/FWA) Internet Rakyat (IRA) secara komersial setelah melalui fase soft deployment sejak Februari 2026. Peluncuran ini dinilai menjadi katalis positif untuk mempercepat akuisisi pelanggan, meski kontribusi pendapatan diperkirakan masih akan terealisasi secara bertahap dalam beberapa kuartal ke depan.

Analis BRI Danareksa Sekuritas, Kafi Ananta, dalam riset yang diterbitkan pada Jumat (29/5/2026), menyebutkan peluncuran Internet Rakyat berpotensi menjadi pendorong pertumbuhan pelanggan yang kuat melalui strategi promosi yang agresif.

"Peluncuran IRA bertindak sebagai pendorong akuisisi pelanggan dengan monetisasi yang cenderung terjadi di belakang (back-ended monetization). Program promosi yang ditawarkan menjadi alat akuisisi yang efektif, meskipun kontribusi pendapatan dalam jangka pendek masih terbatas," tulis Kafi Ananta dalam risetnya.

Baca Juga: Megalestari (EPAC) Bersiap Ganti Pengendali, Triple B Kuasai 34% Saham

Hingga kuartal I-2026, Internet Rakyat (IRA) telah mengantongi sekitar 200.000 pelanggan berbayar dengan dukungan 236 BTS aktif. WIFI juga menggelar promosi bertema Piala Dunia, di mana pelanggan cukup membayar Rp 100.000 di muka untuk mendapatkan akses internet gratis selama tiga bulan serta layanan FolaPlay, platform OTT milik grup yang bekerja sama dengan TVRI sebagai pemegang hak siar.

Meski demikian, Kafi menilai potensi monetisasi masih dibatasi oleh tahap awal pembangunan jaringan. Saat ini jumlah BTS aktif baru mencapai sekitar 550 unit, masih jauh dari target perusahaan yang menargetkan 5.500 BTS aktif pada akhir 2026.

Atas dasar itu, BRI Danareksa memangkas proyeksi pendapatan FWA WIFI tahun 2026 sebesar 24% menjadi Rp 749 miliar. Namun proyeksi pendapatan bisnis FTTH tetap dipertahankan di level Rp 2,1 triliun, sehingga total pendapatan WIFI pada 2026 diperkirakan mencapai Rp 3,8 triliun.

Di sisi lain, BRI Danareksa melihat sinyal kuat percepatan pembangunan jaringan pada paruh kedua tahun ini. Walaupun belanja modal (capex) yang tercatat pada kuartal I 2026 hanya sebesar Rp 181 miliar, nilai uang muka dan persediaan meningkat signifikan masing-masing sebesar Rp 685 miliar dan Rp 969 miliar secara kuartalan.

Menurut Kafi, kondisi tersebut mengindikasikan proses pengadaan perangkat telah berjalan dan perusahaan tengah mempersiapkan gelombang instalasi yang lebih agresif pada semester kedua 2026.

"Kenaikan uang muka dan persediaan menunjukkan economic capex mencapai sekitar Rp1,8 triliun, yang mengonfirmasi aktivitas pengadaan untuk mendukung percepatan instalasi jaringan pada paruh kedua tahun ini," jelasnya.

Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini (31/5) Stagnan di Rp 2,799 Juta per Gram

Sejalan dengan perkembangan tersebut, BRI Danareksa menaikkan proyeksi capex WIFI tahun 2026 sebesar 8% menjadi Rp 4,5 triliun. Target pelanggan FWA juga direvisi naik menjadi 2,5 juta pelanggan.

Kinerja operasional yang lebih baik dari perkiraan pada 2025 dan kuartal I 2026 juga mendorong revisi naik terhadap proyeksi profitabilitas perusahaan.

BRI Danareksa kini memperkirakan EBITDA WIFI pada 2026 mencapai Rp 1,85 triliun, naik sekitar 9,1% dibandingkan proyeksi sebelumnya. Peningkatan ini ditopang efisiensi biaya operasional jaringan dan beban umum serta administrasi yang lebih terkendali.

Meski demikian, margin EBITDA diperkirakan turun ke level 48,6% akibat biaya-biaya yang bersifat front-loaded, seperti biaya hak penggunaan spektrum (BHP), sewa jaringan, dan komisi distributor. Namun mulai 2027, margin diproyeksikan kembali meningkat dan stabil di kisaran 54,1% hingga 2028.

Dengan mempertimbangkan percepatan pembangunan jaringan dan valuasi yang dinilai masih menarik, BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi BUY untuk saham WIFI dengan rekomendasi taktis tiga bulan Overweight.

Meski demikian, target harga saham direvisi turun menjadi Rp 4.100 per saham dari sebelumnya, seiring pendekatan yang lebih konservatif terhadap nilai terminal dan masih berkembangnya visibilitas monetisasi jangka panjang.

"Kami mempertahankan rekomendasi buy karena valuasi masih relatif murah pada 7,3 kali EV/EBITDA 2026 dan pembangunan persediaan pada kuartal I 2026 menjadi indikasi kuat percepatan deployment jaringan," tulis Kafi.

Baca Juga: Asing Net Sell Rp 12,43 Triliun Sepekan, TPIA, BBCA dan AMMN Paling Banyak Dijual

Selain itu, manajemen juga mengungkapkan tengah menyiapkan pendanaan melalui pinjaman sindikasi perbankan untuk mendukung ekspansi. Dalam proyeksi BRI Danareksa, rasio utang terhadap ekuitas (DER) dan net debt terhadap EBITDA pada 2026 diperkirakan berada di level 1,0 kali dan 1,5 kali.

Adapun risiko utama yang perlu dicermati investor adalah potensi tingginya tingkat penghentian layanan pelanggan (churn). setelah masa promosi berakhir.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU

[X]
×